Tok! Tok! Tok! "Masuk!"Mendengar suara istrinya yang meminta seseorang di luar sana untuk masuk, tubuh Robby lemas seketika.Tubuh subur itu merosot turun ke bawah, nyaris jatuh ke atas lantai. Di sampingnya Helen berteriak panik."Pa, Papa kenapa?" Dengan sekuat tenaga Helen membantu suaminya kembali duduk di kursi.Namun, bobot tubuh Robby seakan dua kali lipat lebih berat dari biasanya."Pa, sadar Pa. Papa kenapa?" Suara Helen terdengar parau, menahan tangis.Tak rela jika ia harus kehilangan suaminya, meski pria paruh baya itu dikenal sebagai Mokondo."Papa .... " Helen sedikit merasa lega saat melihat Robby masih bernapas, hanya saja tubuh pria itu masih lemas.Di depan mereka, seorang wanita berjalan mendekat dan berdiri di depan meja kerja."Bu, Dokter Andri sudah datang."Mendengar suara wanita yang bukan Yuni, Robby memberanikan diri membuka mata, melihat ke depan.Ternyata yang datang sang sekretaris. Ia pun menghela napas panjang, sedikit lega, meskipun ancaman Yuni belum
Last Updated : 2026-02-15 Read more