Sudah tiga jam berlalu sejak Nabila marah setelah mendengar Bima memanggil Nila dengan sebutan Mama. Gadis kecil itu tak keluar dari kamar, bahkan tak ada sahutan sama sekali saat namanya dipanggil.Biasanya, Nabila hanya akan merajuk selama sepuluh menit sebelum akhirnya luluh oleh suara bujukan Nila.Namun kali ini, tidak ada suara gerutu, tidak ada bunyi mainan yang dilempar, bahkan tidak ada isak tangis. Hanya ada kesunyian yang dingin, yang seolah merayap keluar dari celah bawah pintu."Nabila. Sayang, buka pintunya. Sebentar lagi Papa pulang Nak." Suara Nila parau, menahan tangis khawatir. "Sayang, buka pintu Nak."Nila menempelkan telinganya ke kayu pintu, mencoba menangkap suara napas, atau gesekan kain seprai, atau apa saja yang menandakan kehidupan di dalam sana.Namun, yang dia dengar hanyalah detak jantungnya sendiri yang berdegup kencang seperti genderang perang.Firasat buruk mulai menjalar dari ujung kakinya, membuat bulu kuduknya berdiri tegak."Pak Salman. Pak Te
Last Updated : 2026-02-23 Read more