Teilen

Bab 369 Hamil Lagi

last update Veröffentlichungsdatum: 31.05.2026 22:26:09

Tanpa memperbaiki panggilannya, Fanny bertanya lagi, "Ada apa Tante memanggil saya?"

"Cihhh!" Ambar mencibir dalam hati, 'Wanita miskin ini sungguh tidak tahu mau! Jangan panggil Tante, eh, tetap saja memanggilku seperti itu!'

"Ehem ...." Ambar pun berdehem, membenarkan tenggorokannya yang terasa tidak nyaman.

Tanpa basa-basi lagi, Ambar segera berkata, "Aku dengar, kau dekat dengan putraku! Aku juga dengar, dulu tersebar video panasmu bersama sorang pria! Emmm, apa kau tidak malu, punya
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 431 Selesai

    Tidak terasa, waktu berlalu sangat cepat. Marissa dan bayinya sudah keluar dari rumah sakit setelah beberapa hari dirawat. Fanny pun sudah pulang dan hidup bersama suami dan anaknya di Kota K. Sekarang, Marissa dan keluarga kecilnya tinggal di rumah yang sangat bagus dan mewah yang sudah dibuat dari jauh-jauh hari oleh Danendra. Mereka hidup bahagia tanpa ada yang mengganggu. "Mama, kalau Baby Damar sudah besar, nanti dia akan merebut mainanku, dong! Di sekolah juga ada teman kami yang bilang kalau adiknya selalu mengacau, merebut mainan, dan menangis! Aku dan Izela tidak suka punya adik seperti itu!" ucap Michael yang saat ini sedang duduk di taman belakang bersama ayah dan ibunya, juga Drizela dan bayi Damar (singkatan dari nama ayah dan ibunya, Danendra dan Marissa). Mereka berlima sedang bersantai sambil menikmati udara pagi yang sejuk dengan rumput hijau dan bunga-bunga yang bermekaran di taman belakang rumah. "Husss, jangan bicara seperti itu! Kaka Michael dan Kakak Izel

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 430 "Terima kasih, Sayang!"

    Benar saja, setelah dokter memeriksa Fanny, ternyata wanita itu akan melahirkan. "Aahhh, bagaimana bisa? Kami ke sini untuk menjenguk Marissa, sama sekali tidak membawa apapun! Perlengkapan untuk bayi, kami tidak membawanya. Bagaimana ini?" Darius terus menggerutu. Ia tidak tahu harus berbuat apa menghadapi persalinan istrinya yang mendadak itu. "Tidak apa-apa! Masalah itu, kau jangan khawatir. Kalaupun bayinya lahir sekarang, ada perlengkapan bayi kami yang belum dipakai. Selain itu, pihak rumah sakit juga menyediakan perlengkapan bayi untuk bayi yang lahir mendadak seperti ini!" Danendra mencoba menenangkan Darius. Mereka berdua duduk di depan ruang persalinan Fanny. Danendra sampai meninggalkan istrinya demi menemani Darius yang terlihat panik. Beberapa menit kemudian, dokter memanggil Darius dan meminta ayah dari sang calon bayi untuk masuk ke dalam ruangan. "Bagaimana ini? Aku tidak berani ...." Darius benar-benar sangat takut. Ia tidak ingin masuk ke dalam ruangan itu dan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 429 Tanda-Tanda Melahirkan

    Di sebuah ruangan persalinan yang cukup tenang, terdengar suara tangisan bayi diiringi ucapan syukur dari para dokter dan ayah sang bayi. Danendra merasa lega, bayi yang baru saja dilahirkan oleh istrinya berjenis kelamin laki-laki. Bayi itu sangat sehat dengan suara tangisan yang begitu kencang. "Selamat, Nona! Bayi Anda laki-laki!" ucap dokter yang membantu persalinan Marissa. Bayi yang baru lahir itu segera diletakan di dada ibunya agar mencari ASI-nya sendiri. "Owa ... owa ... owa!" Bayi itu terus menangis sambil bergerak-gerak di dada Marissa. Danendra sampai terharu saat melihatnya. Di luar ruangan, Ambar dan suaminya, Wilyam, juga anak kembar—Drizela dan Michael—masih harap-harap cemas menunggu kabar dari dalam ruangan itu. Mereka tadi sempat mendengar suara tangisan bayi dari dalam sana, tetapi belum ada satu orang pun yang keluar dan memberitahu mereka. "Tadi itu suara apa, Nek? Apa suara kucing?" tanya Michael sambil mendongak menatap neneknya yang terlihat k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 428 Kontraksi Palsu

    Pagi ini, dunia terasa sangat indah. Marissa bangun dari pelukan pria yang semalaman menemaninya. Mereka menghabiskan waktu bersama tanpa mengenal lelah. Entah mengapa, hari ini menjadi hari yang sangat istimewa bagi Marissa. Bukan hanya karena semalaman mereka menikmati kebersamaan sebagai suami istri, tetapi juga karena semua kendala dalam hidupnya sudah berhasil dilalui dengan baik. Sekarang, Marissa merasa hidupnya begitu damai. Ia punya suami yang sangat mencintainya, juga kedua anak kembar yang sangat lucu, serta satu calon bayi yang masih ada di dalam kandungannya. Belum lagi mertua yang kini sudah merestui hubungan mereka. Selain itu, ada kakek dari pihak ayah yang baru ditemuinya belum lama ini. Semua itu benar-benar membuat Marissa sangat bahagia. "Ennnh, Sayang! Mau ke mana?" ujar Danendra sambil memejamkan mata. Ia melingkarkan tangannya di perut buncit istrinya. "Jangan dulu bangun. Aku masih mau seperti ini!" ucap Danendra lagi tanpa membuka matanya. Marissa yang su

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 427 Istana Megah

    Di dalam mobil, Marissa terheran ketika melihat jalanan yang tidak sama dengan jalan menuju tempat tinggalnya. "Eh, kita mau ke mana dulu? Tidak langsung pulang, ya?" tanya Marissa pada suaminya yang duduk di sampingnya. Selain ada Danendra dan Marissa, ada juga Drizela yang duduk bersama mereka, sedangkan Michael duduk di kursi depan bersama Asisten Anas yang sedang mengendarai mobil. "Hehe!" Danendra tersenyum. Ia sangat bangga bisa mengajak Marissa dan anak-anaknya tinggal di rumah baru yang sudah dibuatnya dengan waktu pembangunan yang cukup lama. Mungkin rencana pembangunannya sudah ada saat Marissa hamil anak pertama. Hanya saja, saat itu Marissa dan Danendra ada masalah, jadi pembangunan rumah itu dihentikan sementara waktu. "Nanti juga Sayang akan tahu!" jawab Danendra masih dengan senyum lebarnya. "Apa kita akan pergi berbelanja dulu? Atau ... mengajak anak-anak bermain?" tebak Marissa sambil melihat ke arah anak-anaknya. Mereka pun balas melihat Marissa. Dari

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 426 Mama Pulang

    "Minggir! Minggir!" "Semuanya minggir!" Petugas kepolisian bergegas menahan orang-orang yang akan mendekat. Mereka semua memegang ponselnya masing-masing, lalu merekam kejadian tersebut, di mana tubuh seorang pria tergeletak di aspal dengan genangan darah yang terus keluar. "Ah ...." Melihat hal mengerikan itu, akhirnya Marissa tidak kuat lalu pingsan. Tuan Lim yang ada di sampingnya pun segera memeluk dan menahannya agar tidak terjatuh. Dari depannya, Danendra berlari, lalu menghampiri Marissa yang terlihat lemah. "Apa yang terjadi? Marissa kenapa?" tanyanya dengan cemas. Danendra melihat Marissa memejamkan mata. Ia semakin panik, lalu memanggil bawahannya dan memintanya untuk segera membawa Marissa ke rumah sakit. Di dalam mobil, Danendra begitu cemas, bukan hanya karena melihat kejadian mengerikan yang terjadi pada Ken, tetapi juga karena melihat istrinya yang saat ini tidak sadarkan diri. Tuan Lim sudah menceritakan kronologi kejadiannya pada Danendra, dan ia pun semakin

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 116 Sangat Istimewa

    Luka yang pernah Danendra terima, itu datangnya dari ayahnya sendiri. Josep memaksa Danendra untuk menikah dengan wanita seperti Lisa. Dia mengandung bayi dari pria lain, juga terus berhubungan dengan pria itu walau Lisa dan Danendra sudah menikah. Mau marah, tapi itu adalah ayahnya. Mau benci, d

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 123 Jangan Usir Aku!

    Keringat sudah bercucuran dari kening dan lehernya. Tangan Marissa terasa panas dan pegal. Ia sudah tidak sanggup lagi berpegangan, tenaganya sudah hampir habis. "Mario!" Marissa memanggil anak itu dengan pelan. Untuk berbicara pun, rasanya sudah sangat lelah. "Ada apa, Ma? Mama baik-baik saj

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 121 Di Mana Sekarang?

    Di dalam mobilnya, Danendra sudah memakai sabuk pengaman. Ia menelepon memakai headsetnya di telinga. Bukannya Marissa yang menjawab, ini malah suara operator wanita yang berbicara dengan suara tegas namun sopan. "Sial! Kenapa Marissa malah mematikan ponselnya?" Danendra menjadi kesal. Ia senga

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 117 Tentu Saja!

    Pukul setengah enam sore, Ray dan Fanny sudah duduk di rumah Marissa. Di atas meja sudah ada beberapa makanan dan minuman yang tadi dibeli oleh Ray ketika dirinya berjalan menuju rumah itu. Sambil makan dan minum, Marissa dan Fanny hanya terdiam dan saling pandang. Keduanya tidak ada yang memulai

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-29
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status