"Sepatu ini pemberian dari seseorang, bukan hasil curian!" balas Marissa dengan jujur. Mau mengaku membelinya pun Marissa tidak berani berbohong. Walaupun begitu, pria gendut itu tetap ragu. "Ya, sudah, begini saja, sepatu ini digadai dulu! Besok aku ambil lagi! Bagaimana?" sepatu ini menyarankan. Sebenarnya, ia pun tidak ingin menjual sepatunya kalau tidak terdesak. Saat ini, ia tidak punya uang sepeserpun untuk membeli makanan dan ongkos taksi ke rumah temannya. Marissa bukan cewek matre yang mau mendapatkan uang dengan cara menjual barang pemberian seorang pria, apalagi barang itu cukup mahal. Marissa melakukan semua itu karena keadaan. "Digadai?" tanya pria gendut itu masih dengan ragu. Namun, sepertinya itu lebih baik daripada dijual. Pemilik toko tidak mau ambil resiko dengan menerima barang mencurigakan. "Ya, digadai saja! Tidak banyak, kok! Hanya lima ratus ribu saja! Bisa, kan?" ucap Marissa dengan perut yang terasa melilit karena lapar. Padahal, harga sepatu itu
最終更新日 : 2026-01-13 続きを読む