Malam itu turun dengan lebih berat dari biasanya. Langit desa diselimuti awan kelabu, menutup bintang-bintang yang biasanya menjadi penenang bagi Aruna. Angin berembus dingin, membawa aroma tanah lembap dan daun basah, seakan memberi pertanda bahwa sesuatu sedang bergerak pelan, tapi pasti.Di ruang tengah rumah singgah, anak-anak KKN berkumpul setelah makan malam. Suasananya tampak normal: Bagas bercanda seperti biasa, Bulan dan Pelangi sibuk membersihkan meja, Alvaro memainkan ponselnya. Namun Aruna bisa merasakan ada keganjilan yang menggantung di udara. Seperti ada rahasia yang berdesakan ingin keluar, tapi tertahan oleh ketakutan masing-masing.Pak Seno duduk di kursi kayu dekat jendela. Wajahnya tenang, tapi sorot matanya tajam, seolah sedang menilai satu per satu anak di hadapannya. “Besok pagi,” katanya akhirnya, memecah keheningan, “kita akan ke pesarean lama di sebelah barat desa. Ada beberapa benda adat yang perlu dicek ulang. Kalian ikut, tapi ingat—jangan sentuh apa pun t
Zuletzt aktualisiert : 2026-01-30 Mehr lesen