Kecurigaan Acha sebenarnya bukan tanpa alasan.Sejak tadi, Rafael justru yang paling mendominasi di sini. Mulutnya tak pernah berhenti berbicara, dari topik satu ke topik lain, seolah seperti orang yang terlalu bersemangat menceritakan kisah hidupnya. Padahal, Acha sudah sangat muak mendengarnya. Dulu, mungkin ia tertarik dengan apa pun yang berhubungan dengan pria ini, sekarang boro-boro, untuk mencari tahu seupil saja, ia bisa-bisa langsung kehilangan selera makan.Dengan energi yang sangat banyak itu, masa tiba-tiba mengaku mengantuk saja?Aneh!“Masih bisa tahan sekarang, kan?” tanya Acha datar, sekadar untuk memastikan.“Masih bisa dipaksakan,” jawab Rafael cepat. “Tapi, aku nggak mau ambil risiko. Menyetir dalam keadaan mengantuk akan berbahaya. Aku tidak mau kenapa-kenapa sama kamu.”Cuih! Omongan buaya, seperti habis menelan paku sekilo.Acha tidak menanggapi, namun ia sedikit merenung.Secara logika, alasan itu memang masuk akal, bahkan terlalu masuk akal untuk dibantah me
Last Updated : 2026-02-27 Read more