공유

Rencana Kedua

작가: nababy
last update 게시일: 2026-04-17 20:00:46

Cahaya pagi masuk perlahan melalui tirai tipis yang bergerak lembut tertiup angin laut. Suasana kamar masih hangat oleh sisa semalam. Begitu tenang. Berbeda jauh dari ketegangan yang sempat mengisi hubungan mereka sebelumnya.

Elira terbangun lebih dulu. Matanya terbuka perlahan, menyesuaikan diri dengan cahaya yang masuk. Untuk beberapa detik ia hanya diam, merasakan sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

Ia sedikit bergerak dan baru menyadari jika lengan Cassian masih me
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
bakso mercon
kokngak suka ya caisan sama Elira...kyk orang munafik Krn ada hub.dgn Aldric.Marielle gimana nanti ..ayolah marielle jgn konyol gitulah.. reinkarnasi kok malah JD bodoh!
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Mencari Tahu

    “Marielle,” panggil Aldric pelan.Namun wanita itu diam. Dia langsung mengambil makanan yang sudah tersedia di meja. Sedangkan Diana hanya menatap keduanya secara bergantian. Ia merasa makan malam ini akan sangat panjang dan menegangkan.Malam makin larut, tetapi ketegangan di meja makan kayu itu justru makin membeku. Hanya denting halus sendok yang beradu dengan mangkuk keramik dan kepul asap sup hangat yang menjadi saksi keheningan mencekam tersebut.​Diana duduk kaku di ujung meja, mengunyah rotinya tanpa bersuara. Matanya bergerak gelisah melirik Marielle dan Aldric secara bergantian. Suasana di antara keduanya tak ubahnya seperti arena perang dingin yang siap meledak kapan saja.​Aldric berdehem pelan, berusaha mencairkan suasana. Pria tegap itu meletakkan sendoknya, lalu menatap Marielle yang masih asyik menyendok sup tanpa berniat mendongak sedikit pun.​"Supnya... lumayan enak," buka Aldric datar, mencoba memulainya dari hal paling sederhana.​Marielle tak berkutik. Jemari ca

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perseteruan

    “Semenjak kedatangan Grand Duke, suasana rumah ini menjadi suram,” keluh Diana yang masih menatap pintu kamar yang baru saja dimasuki Aldric.Belum sempat Diana beranjak dari tempatnya berdiri, seseorang tiba-tiba masuk. Seorang pria yang tak asing tiba-tiba datang memasuki rumah kayu itu.“Halo… maaf, saya sedang mencari Grand Duke,” ujarnya sambil membungkuk pada Diana.Diana sontak juga langsung membungkuk. Diana kenal dengan pria itu. Siapa lagi jika bukan Tristan, ksatria yang diperintah oleh Aldric untuk mengawasi makanan Marielle saat di istana sebelum kembali kesini.“Grand Duke ya? Dia ada di kamar itu.” Diana menunjuk penuh hati-hati.Tristan langsung berbalik dan segera mengetuk pintu.“Grand Duke, saya Tristan,” ucapnya jelas.Tak ada jawaban. Tristan kembali mengetuk.“Grand Duke… saya Trist…” Kalimatnya mendadak berhenti.Pintu seketika terbuka dan terlihat wajah Grand Duke yang penuh guratan amarah jelas disana.Tristan tiba-tiba mundur dan langsung meneguk ludah. Karen

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertsngkaran Lagi

    Keduanya langsung tersentak. Aldric yang mencoba menjelaskan sekali lagi tidak bisa menghentikan Talia yang sudah diambang batas kesabaran.“Tolong mengertilah, ini memang salahku tapi semua ini terjadi karena ulang pangeran Heinry,” jelas Aldric sekali lagi.“Sudah saya bilang keluar kalian berdua dari rumahku!” bentak Talia keras.Marielle yang semula hanya diam, ia bangkit pelan, lalu menunduk pada Lami dan Talia bergantian.“Maafkan kedatangan saya yang membuat hatimu semakin terluka. Kami akan pergi sekarang,” ucap Marielle lembut.Tangannya langsung menarik lengan Aldric dan menariknya keluar. Aldric hanya bisa terdiam sambil mengikuti langkah Marielle dari belakang. Sedangkan Talia langsung menutup pintu keras kala keduanya baru keluar dari rumah kayu sederhana itu.“Marielle, apa yang kamu lakukan?! Aku berusaha membersihkan namamu!” Aldric terlihat kesal karena ditarik kasar oleh wanita itu.“Bisakah kita pergi dari sini terlebih dulu? Ada yang ingin saya sampaikan pada Anda.

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Permintaan Maaf Grand Duke

    “Saya sangat tidak menyangka jika seorang Grand Duke mau berkunjung ke gubuk kami,” ucap ayah Enzo yang bernama Lami.Sedangkan Marielle masih terdiam di tempatnya. Hawa dingin tiba-tiba menusuk kulit saat dirinya mulai melangkah lebih dekat ke arah gubuk kayu itu. Pandangannya masih terkunci pada Talia. Gadis muda itu menatapnya dengan tatapan berapi-api penuh kebencian dan rasa kehilangan yang mendalam. Marielle hanya bisa diam, menerima tiap anak panah dendam yang dilayangkan lewat mata itu tanpa berusaha membela diri.​Aldric melangkah maju satu garis di depan Marielle, memecah ketegangan visual yang nyaris meledak. Ia menundukkan sedikit kepalanya kepada pria tua yang masih membungkuk gemetar di atas tanah.​"Berdirilah, Pak Tua. Kau tidak perlu berlutut di hadapanku," ujar Aldric, suaranya terdengar lembut namun tetap menyisakan wibawa.​Lelaki tua itu perlahan menegakkan tubuhnya yang rapuh, menyapu pandang bingung antara sang Grand Duke dan Marielle. Dengan nafas tersendat, i

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertemuan Kedua Wanita

    “Mengapa Anda membawa saya kesini?” Mata perak Marielle bergetar hebat. Pandangannya berganti-ganti antara sosok Talia di luar jendela dan raut wajah Aldric yang duduk kaku di hadapannya. Jantungnya berdegup kencang, diselimuti campuran rasa tidak percaya dan kecemasan yang membuncah.​Aldric tidak langsung menjawab. Pria itu menghembuskan nafas panjang, mencoba membuang sisa gengsi yang masih tersisa di dadanya sebelum menatap Marielle lurus-lurus.​"Aku menemuinya pagi tadi di pemakaman," ujar Aldric dengan suaranya yang berat dan tenang. "Talia... dan ayahnya. Kehidupan mereka hancur setelah Enzo dieksekusi. Mereka kehilangan tulang punggung keluarga, dikucilkan warga, dan terpaksa tinggal di gubuk reot karena tuduhan pengkhianat yang ditempelkan pada nama Enzo."​Marielle membeku. Jemari tangannya yang berada di atas pangkuan seketika mengepal kencang hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa bersalah yang mendalam menghantam dadanya. Ia langsung melihat Aldric lekat-lekat.​"Dan h

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Bertemu Keluarga Enzo

    “Tunggu aku disini. Aku akan segera keluar,” perintah Aldric pada bawahannya yang baru saja sampai di depan rumah Marielle.​Beberapa jam sebelum tiba kembali di rumah sederhana ini, Aldric sebenarnya sempat memacu kudanya pulang ke Kediaman Valerante. Tanpa memperdulikan tatapan heran dari Jackson dan para prajuritnya, pria itu langsung mengumpulkan para pengawal untuk menyiapkan sebuah kereta kuda paling nyaman yang dimiliki kastil, lengkap dengan tirai tebal dan empat ekor kuda terbaik.Begitu kereta siap dan diperintahkan menyusul ke pinggir desa, Aldric memacu kudanya lebih dulu demi menuntaskan niatnya.​Setibanya di rumah kayu, Aldric langsung mencari keberadaan wanita itu. “Dimana Marielle? Aku ada urusan dengannya.” Aldric berjalan menuju belakang dimana ada Diana yang tengah membersihkan ruangan.Namun Diana yang berada di dapur hanya bisa berbisik cemas, "Lady Marielle ada di dalam kamarnya, Grand Duke. Beliau berpesan tidak ingin diganggu oleh siapapun..."​Tentu saja Aldr

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Permulaan Takdir

    “Jadi itu tokoh utama wanitanya... Ratu Elira Aragon.” Gadis itu menatap wanita di halaman istana dengan ekspresi rumit. Pandangannya tertuju pada sang Ratu, tokoh utama dalam novel "Mawar Yang Kembali Merekah". Novel itu pernah ia baca saat masih hidup dulu—ketika dirinya masih seorang manusia bi

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Yang Terbongkar

    “Lady Marielle!” Suara Enzo menggema di antara pepohonan.Ia berlutut di samping wanita itu, satu tangan menopang bahu Marielle, sedangkan tangan yang lain otomatis mencabut pedang dari sarung di pinggang untuk membentuk pertahanan. Tatapannya bergerak liar ke segala arah, mencari bayang

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Insiden Perburuan

    “Dengan ini, festival berburu kerajaan tahun ini resmi dimulai!” Suara Cassian menggema di lapangan utama istana saat pidato pembukaan festival berburu yang akan diadakan tahun ini.Sorak para bangsawan dan tepuk tangan memenuhi udara pagi yang cerah itu. Panji-panji kerajaan berkibar, k

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kedua Hati Yang Terpatri

    “Yang Mulia Ratu, ada yang ingin saya sampaikan pada Anda.” Salah satu dayang menghampiri Elira.Dayang itu mulai berbisik di telinganya, dan membuat mimik wajah Elira berubah seketika.“Jadi itu sebabnya dia langsung mengurung diri di ruang kerjanya,” ucapnya pelan sambil merem

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status