Pasar malam di pusat Valeridge begitu meriah dengan lampion warna-warni dan aroma makanan yang menggugah selera. Di balik tudung kain kusamnya, Florence menghirup dalam-dalam aroma daging asap yang sedari tadi ia idamkan. Duke Cassian, yang menyamar dengan jubah hitam minimalis namun tetap terlihat gagah, duduk dengan siaga di sampingnya. "Enak?" tanya Duke Cassian singkat, namun matanya terus waspada mengawasi setiap orang yang lewat. "Sangat enak, Yang Mulia," jawab Florence sembari mengunyah. Namun, setelah beberapa suapan, ia melirik ke arah kedai permen kapas di ujung jalan yang antriannya mengular panjang. "Yang Mulia... sepertinya saya ingin sesuatu yang manis setelah ini," Florence menunjuk kedai permen kapas tersebut dengan wajah memelas. "Permen kapas itu terlihat sangat menggoda. Tapi antriannya... mengapa panjang sekali? Padahal sudah lama sekali saya tidak memakannya," ujar Florence dengan raut memelas seraya melirik reaksi suaminya itu dari sudut matanya. Duke Ca
Mehr lesen