Pak Herman menggelengkan kepalanya dengan perlahan. Gurat-gurat ketegasan di wajah tuanya sama sekali tidak menyisakan ruang sedikit pun untuk tawar-menawar harga yang sedang dicoba oleh aliansi minoritas tersebut. ”Harga jualku sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat lagi, Bapak-Bapak. Lima ratus juta dolar, atau tidak sama sekali,” ucap Pak Herman mengunci mati ruang negosiasi.Mendengar keputusan yang sangat mutlak itu, ketiganya menggeleng lemah, merasa tak mampu lagi membelinya. De Jong menyandarkan punggung kurusnya dengan pasrah, sementara Daan mengepalkan tinjunya di atas lutut dengan pandangan kosong menatap permukaan meja kaca raksasa. Angka delapan triliun dua ratus lima puluh miliar rupiah adalah dinding raksasa yang tidak akan pernah bisa mereka panjat dalam waktu singkat, membuat seluruh dominasi asing yang mereka upayakan selama ini runtuh seketika di hadapan kekuatan modal.Melihat musuh-musuhnya sudah kehilangan taji, Pak Herman segera mengambil alih momentum unt
Read more