Widya menatap geram melihat Kiran yang berani melawannya, sampai-sampai Kiran memukul dirinya dan juga Mila.Sampai tatapan Widya tertuju pada Elvano, mengingat siapa pria yang bersama putrinya, Widya tersenyum sinis pada Kiran.“Oh, pantas saja kamu sekarang sangat berani. Ternyata karena sekarang ada dia.” Telunjuk Widya terarah pada Elvano. “Dia ini, pemuda kaya yang dulu memacarimu, ‘kan? Pantas saja, dia pasti kasih kamu uang banyak, makanya kamu tenang-tenang saja.”Meskipun terkejut, tetapi Kiran tetap berdiri tegak dan berusaha tenang. Dia tidak akan goyah, jika dulu dia mengalah dan diam saat ditindas karena menjaga perasaan ayahnya, sekarang tidak akan lagi.“Pintar juga kamu cari gebetan, hah? Berani melawan kami, karena jika keluar dari rumah, sudah ada yang menampungmu, hah?” Mata Widya memicing ke Elvano lalu ke Kiran secara bergantian.“Dia tidak ada urusannya dengan masalah kita.” Suara Kiran begitu tegas tak tergoyahkan. Tatapannya yang setajam belati, masih menghujam
Read more