Teilen

Semua Akhirnya Tahu

last update Veröffentlichungsdatum: 18.03.2026 13:27:46
Kiran tersentak mendengar pertanyaan temannya. Belum juga Kiran menjelaskan, temannya yang lain ikut mendekat, lalu memperlihatkan foto Kiran dijemput Elvano.

“Iya, mengaku saja, Ki. Lihat ini, berita soal kamu dijemput Pak Elvano sudah menyebar luas di kalangan para karyawan.” Ponsel dihadapkan ke wajah Kiran, memperlihatkan foto yang dimaksud. “Jadi, wanita yang dibonceng Pak Elvano waktu itu, pasti kamu juga, ‘kan?”

Kiran melihat bibir. Dia melihat tatapan semua orang tertuju padanya.

Kiran s
Aililea (din din)

Kakak, done 4 bab ya buat hari ini. Jangan lupa komentar kalian, ya. Makasih banyak ^^

| 14
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (15)
goodnovel comment avatar
Wida
pak Surya kah
goodnovel comment avatar
eva nindia
kya.a Surya yg nelpon
goodnovel comment avatar
wardah
yg TLP El pasti ayahnya Kiran
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Dimanja Mantan Posesif    Ada Alasannya

    “Tidak, tidak perlu. Aku bisa naik taksi saja.”Penolakan Sabrina membuat semua tatapan tertuju padanya.“Kenapa, Sab? Ini sudah malam. Menurutku lebih baik diantar Aldo saja, arah rumah kalian searah.” Kiran setuju dengan tawaran yang Aldo berikan.Sabrina melirik pada Aldo yang sudah menatapnya, melihat Kiran yang menatap cemas padanya. Sabrina mengembuskan napas pelan.“Baiklah kalau begitu.”Kiran mengangguk. Dia menggandeng tangan Elvano ketika meninggalkan ruangan.Mereka sudah berada di halaman parkir. Kiran dan Elvano pergi lebih dulu, sedangkan Sabrina masih berdiri di parkiran menatap mobil Elvano sampai menghilang dari pandangannya.“Ayo. biar aku antar.” “Tunggu.”Aldo menghentikan langkahnya. Tubuhnya kembali berbalik ke arah Sabrina.“Ada apa?” Kedua sudut alis Aldo tertarik ke atas. Pandangannya tertuju pada Sabrina yang masih diam mematung.Sabrina melipat bibirnya beberapa saat. Jemarinya meremas kuat tali pegangan paper bag yang ditentengnya.“Aku akan panggil taksi

  • Dimanja Mantan Posesif    Makan Malam

    “Aldo … apa yang kamu lakukan di sini?” Sabrina mencengkram erat tali tas yang melingkar di depan dadanya saat matanya bertemu dengan tatapan pria yang kini sudah berdiri di sampingnya ini.Senyum Aldo begitu tenang walau melihat kepanikan di wajah Sabrina. Sebelum membalas pertanyaan Sabrina, Aldo lebih dulu memandang ke pelayan.“Nama yang aku sebutkan tadi, melakukan reservasi, ‘kan?” Aldo memastikan.Pelayan mengecek data yang dipegangnya, kepalanya mengangguk mengonfirmasi.“Benar, ada nama atas Elvano Radjasa.”Aldo menoleh pada Sabrina setelah mendengar balasan pelayan. Dia melihat Sabrina yang menatapnya dengan wajah tegang.“El yang mengundangku datang, sepertinya Kiran yang mengundangmu.” Aldo langsung menebak.Sabrina mengangguk pelan.“Kalau begitu, ayo masuk.” Aldo mempersilakan Sabrina melangkah lebih dulu, setelah pelayan memberitahu arah private room yang Elvano pesan.Aldo menoleh pada Sabrina yang berjalan di belakangnya. Terakhir kali mereka bertemu, setelah menceri

  • Dimanja Mantan Posesif    Menyiapkan Acara

    Beberapa hari berlalu.Kiran masuk ke ruangan Elvano setelah mengetuk pintu. Dia melangkah menghampiri meja kerja Elvano membawa berkas di tangannya.“Berkas ini perlu tandatanganmu.” Kiran meletakkan berkas di atas meja.Kiran memperhatikan Elvano yang sedang menandatangani berkas. Begitu kekasihnya selesai, Kiran segera membuka suara.“El, hari ini Sabrina berulang tahun dan aku berniat memberinya hadiah juga mengajaknya makan malam. Apa aku boleh pergi?” Kiran menatap penuh harap Elvano mengizinkannya.Pandangan Elvano tertuju pada Kiran. “Mau mengajaknya makan malam di mana? Kenapa tidak pergi merayakannya bersama?”Sudah tertebak kalau Elvano tidak akan membiarkan Kiran pergi sendiri begitu saja. Meski begitu Kiran tidak keberatan kalau memang Elvano mau ikut.“Kalau kamu bisa, tidak masalah jika kita pergi bersama. Bagaimana kalau ajak Aldo juga biar ramai? Bukankah canggung kalau hanya bertiga?” Akhirnya ide lain muncul di kepala untuk merayakan ulang tahun Sabrina.Elvano diam

  • Dimanja Mantan Posesif    Sudah Tahu

    Kiran lebih dulu melirik pada Elvano yang duduk di sampingnya. Sang kekasih dan ayahnya, kini sama-sama memandang padanya.Jemari Kiran menggenggam sendok dengan erat saat tatapannya fokus ke sang ayah. “Ayah, sebenarnya aku mau mengakui sesuatu.” Kiran takut-takut.“Y-ya … apa itu?” Surya menunggu putrinya bicara.Kiran melipat bibir sejenak, wajahnya tegang ketika dia berkata, “Yah, sebenarnya aku dan El menjalin hubungan. Maaf kalau aku tidak jujur ke Ayah sejak awal dan malah mengakuinya sebagai atasanku saja.”Ruang makan seketika hening.Elvano melipat bibir rapat sambil ditutup punggung tangan.Sedang Surya bergeming beberapa saat,

  • Dimanja Mantan Posesif    Sedikit Lega

    “Uangmu masih cukup?”Kiran menoleh karena pertanyaan Elvano. Dia mengangguk pelan ketika menatap sang kekasih. “Masih.”Kiran kembali fokus ke ponselnya, dia mengirimkan uang sesuai dengan janjinya pada Widya.“Aku akan memberikan uang yang kamu butuhkan.” Elvano mengeluarkan ponsel dari saku jas setelah bicara.Kiran tersentak. Ketika menyadari Elvano membuka M-Banking di ponsel, Kiran langsung memegang tangan Elvano untuk menahan.“Apa yang mau kamu lakukan?” Kiran mendadak panik.Kening Elvano berkerut dalam ketika menoleh pada Kiran. “Aku mau memberimu uang untuk memberi kompensasi ke ibumu.”

  • Dimanja Mantan Posesif    Ceraikan Ayah

    Mata Widya melebar mendengar ucapan Kiran, wajahnya gelisah dengan kepanikan yang luar biasa dia rasakan.“Sya-syarat apa, Kiran?” Widya memastikan.“Bercerailah dari Ayah. Aku akan memberikan kompensasi untuk kalian. Tapi setelah itu, aku ingin Ibu tak pernah mengganggu Ayah lagi.”Widya, Yoga, dan Mila terkejut bersamaan mendengar ucapan Kiran.Tak terima dengan syarat yang Kiran ajukan, Mila menunjuk ke wajah Kiran. “Kamu jangan keterlaluan, bagaimana bisa kamu meminta Ibu menceraikan Ayah?”“Ternyata kamu selama ini punya uang, tapi kenapa tidak mau membantu?” Yoga ikut angkat suara.Kiran tersenyum tak percaya menden

  • Dimanja Mantan Posesif    Dingin Lagi

    Kiran kembali duduk di kursinya setelah selesai dari toilet.Ketika tatapannya tertuju pada Elvano, Kiran menyadari atmosphere di sekitar mereka begitu dingin saat melihat wajah Elvano yang masam.Kiran melipat bibir, tepat saat itu makanan dihidangkan, sehingga Kiran tak bicara dan lebih dulu meny

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif    Kesukaannya

    Hari berikutnya. Kiran baru saja keluar dari kamar inap sang ayah. Dia memakai pakaian kerja lengkap, berangkat dari rumah sakit dan akan langsung pergi ke perusahaan. Melangkah di koridor rumah sakit menuju pintu kelar, langkah Kiran terhenti ketika mendengar suara ponselnya berdering. Bola mata

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif    Sikap Membingungkan

    Ragu-ragu, Kiran duduk di sofa berhadapan dengan Elvano. Matanya melirik sejenak pada Elvano yang sudah membuka penutup kotak makan siangnya. Dia lantas membuka makanan bagiannya.Ketika melihat ada daun bawang di atas makanan yang dibelinya, bibir Kiran sedikit berkerut.Kiran tidak suka daun bawa

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-23
  • Dimanja Mantan Posesif    Coba Saja Dulu

    Saat jam makan siang. Dania masuk ke ruang kerja pamannya. Langkah pelannya terarah pasti menuju meja sang paman. “Paman, bagaimana hasil rapatnya tadi?” Dania langsung mengambil posisi duduk setelah bertanya. Malik menatap pada Dania, napasnya berembus pelan sebelum dia menjawab, “Elvano melindu

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-22
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status