Kiran mendapat izin dari Elvano untuk tak kembali ke perusahaan. Dia menemani Surya merapikan barang di kamar, sebelum duduk di meja makan.“El tadi pesen makanan sebelum pergi. Ayah makan dulu, ya.” Kiran menyajikan makanan di piring.Surya memandang Kiran yang sibuk mengurus dirinya. Dadanya sesak melihat putri yang bahkan tak memiliki hubungan darah sama sekali dengannya ini, begitu peduli padanya.“Ayah, kenapa bengong? Ayo makan.” Melihat tatapan Kiran yang begitu lembut, Surya mengangguk pelan.Kiran ikut duduk berhadapan dengan Surya. Dia juga mulai menyantap makan siangnya.Saat pandangannya tertuju pada sang ayah yang sedang makan dengan lahap, senyum Kiran tiba-tiba berubah getir.“Ayah ….”Saat tatapan Surya tertuju padanya, Kiran lantas berkata, “Aku tahu, apa yang akan kukatakan ini mungkin sangat kurang ajar. Tapi, aku tidak bisa melihat Ayah terus hidup seperti ini.”Surya diam memandang pada Kiran, menunggu sampai putrinya ini menyelesaikan kalimatnya.“Ayah, apakah bi
Read more