Share

Ayah Untukku

last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-20 09:00:55
Widya menatap geram melihat Kiran yang berani melawannya, sampai-sampai Kiran memukul dirinya dan juga Mila.

Sampai tatapan Widya tertuju pada Elvano, mengingat siapa pria yang bersama putrinya, Widya tersenyum sinis pada Kiran.

“Oh, pantas saja kamu sekarang sangat berani. Ternyata karena sekarang ada dia.” Telunjuk Widya terarah pada Elvano. “Dia ini, pemuda kaya yang dulu memacarimu, ‘kan? Pantas saja, dia pasti kasih kamu uang banyak, makanya kamu tenang-tenang saja.”

Meskipun terkejut, teta
Aililea (din din)

Kakak, lebaran aku tetap up ya. Jadi, jangan lupa komentar kalian setelah baca kisah ini ya, biar aku makin semangat. Makaciiiii ^_^

| 16
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (16)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
ya mau lah el,,
goodnovel comment avatar
Wida
pengen liat Widya SMA anak2nya hdup tanpa pak surya
goodnovel comment avatar
Aililea (din din)
selamat hari raya idul Fitri, Kak
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dimanja Mantan Posesif   Benar-benar Jebakan

    Nindy benar-benar syok dengan apa yang terjadi. Tatapannya kini tertuju ke depan, sebuah mobil hitam berhenti seolah sengaja menghalangi jalur mobil Noah.Nindy menoleh pada Noah yang menatap lurus ke depan. Dia mulai panik. “Kenapa mobil itu menghalangi jalan kita?”Noah menoleh pada Nindy yang baru saja bicara. Dia tetap tenang dan berkata, “Kamu tetaplah tenang, kita pastikan dulu kenapa mobil itu berhenti di depan kita.”Nindy mengangguk dengan wajahnya yang begitu tegang.Sedang Noah kembali menatap ke depan. Matanya yang tajam kini menyorot penuh selidik, memastikan maksud mobil ini menghalangi jalannya.Sampai empat pria berbadan besar keluar dari mobil, salah satunya memegang tongkat.Wajah Nindy semakin tegang dan panik, sampai satu tangannya menyentuh lengan Noah. “Noah ….” “Sial.” Noah langsung membuka tuas rem tangannya.Noah memindahkan tuas gigi, menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mundur, lalu dengan cepat memutar kemudi dan tancap gas maju ke depan untuk kabur melew

  • Dimanja Mantan Posesif   Apa Jebakan?

    Nindy melihat kecemasan dari sorot mata kedua orang tuanya, tetapi Nindy menggeleng pelan. “Aku tidak bisa membiarkan Nandira sendirian menghadapi masalah ini, Pa. Aku memang cemas dan takut, tapi apa bersembunyi akan menyelesaikan masalah kita?” Nindy menatap bergantian pada kedua orang tuanya.Andy dan Indah terdiam mendengar pertanyaan putri mereka. Ruang kerja ini mendadak menjadi hening.Nindy mengembuskan napas berat. “Meskipun aku bersembunyi di rumah, selama Edo belum menemukan Nandira atau dia sendiri ditangkap oleh polisi, aku juga akan tetap menjadi sasaran kemarahannya.”Indah dan Andy panik sekaligus bingung. Indah menggenggam erat tangan Nindy. Dia menatap cemas pada putrinya ini. “Tapi kami juga tidak mau kamu sampai celaka, Nindy.”Nindy menatap sang mama yang begitu mencemaskannya. Dia menepuk punggung tangan Indah.“Aku tahu, Ma. Hanya saja masalah ini harus segera diselesaikan, bukan dihindari. Semakin dihindari, sepertinya akan semakin rumit.” Nindy menatap sang

  • Dimanja Mantan Posesif   Lebih Aman

    Nindy langsung memeluk kedua orang tuanya bersamaan. Dia benar-benar lega melihat kedua orang tuanya baik-baik saja.Sedang kedua orang tua Nindy, Andy dan Indah, kebingungan karena putri mereka mendadak memeluk seperti ini.“Nindy, ada apa? Baru juga datang langsung memeluk seperti ini?” Indah sampai mengusap-usap lengan Nindy yang memeluk lehernya dengan kencang.“Iya, kayak tadi pagi nggak ketemu saja.” Andy ikut menimpali.Nindy melepas pelukan. Matanya yang merah dan basah kini menatap nanar pada kedua orang tuanya.Saat itu Indah melihat keanehan dari sorot mata putrinya.“Ada apa? Kenapa kamu mau menangis seperti itu? Apa ada yang menyakitimu? Apa di kantor ada masalah?” Indah langsung mencecar.Nindy menggeleng-geleng. Dia tak mampu berkata-kata karena begitu lega melihat kedua orang tuanya baik-baik saja.Sampai tatapan Andy tertuju pada pria berjas rapi yang berdiri tak jauh dari mereka. Pelanggan tidak mungkin berani masuk ke pantry toko.Tatapan Andy kembali tertuju pada N

  • Dimanja Mantan Posesif   Memastikan

    “Nindy, tenangkan dirimu.” Suara Noah sedikit meninggi. Dia sampai mencengkram kedua lengan Nindy agar tidak panik.Nindy terdiam mendengar suara Noah. Matanya yang merah memancar ketakutan yang luar biasa.Noah menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya sendiri. Lalu dia menatap Nindy yang sudah siap menangis, dia mencoba menenangkan.“Mungkin keluargamu kebetulan tidak memegang ponsel. Sekarang kamu tenang dulu, lalu katakan padaku, kira-kira di mana mereka saat ini. Aku akan antar ke sana.” Nada suara Noah pelan dan penuh perhatian.Nindy menarik napas dalam-dalam untuk meredakan kepanikannya agar bisa berpikir dengan tenang.Lalu Nindy menatap pada Noah yang memperhatikannya.“Papa dan Mama harusnya ada di toko kue yang mereka jalankan selama bertahun-tahun ini. Kalau adikku, dia seharusnya di kampus.” Nindy bicara dengan suara tertahan karena tubuhnya masih gemetar.“Oke.” Noah perlahan melepas tangannya dari lengan Nindy.Noah mengeluarkan ponsel dari saku jas bagian da

  • Dimanja Mantan Posesif   Dibuat Panik

    Noah mengerutkan kening melihat perubahan ekspresi di wajah Nindy. “Kenapa tidak dijawab? Siapa yang menghubungimu?” Noah memastikan saat melihat wajah Nindy yang berubah pucat.Nindy menelan ludah dengan susah payah, jemarinya meremas pinggiran ponsel yang masih terus bergetar.“Sepertinya ini nomor Edo.” Suara Nindy pelan, matanya menyorot panik. “Sebelumnya dia mengirim pesan ancaman padaku. Sekarang, dia pasti sedang mengamuk karena Nandira kabur.”Punggung Noah menegak dengan matanya yang menyorot dingin. “Angkat panggilannya. Nyalakan pengeras suara, aku mau dengar apa yang akan dia katakan padamu.” Noah memberi instruksi.Noah menatap pada Nindy yang mengangguk pelan. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dari saku jas bagian dalam lagi, kemudian menyalakan alat perekam.Segala ucapan Edo yang mungkin bisa digunakan untuk menjerat Edo lebih dalam, harus disimpan sebagai bukti.Nindy menggeser tombol hijau di layar ponselnya dengan hati-hati.Saat panggilan itu sudah terhubung, dengan

  • Dimanja Mantan Posesif   Kenapa Peduli?

    Nindy meringis melihat Noah terkejut sampai begitu.Apalagi ekspresi wajah Noah tampak tak senang saat mempertanyakan apa yang Nindy katakan.“Aku hanya tanya, kenapa kamu sangat terkejut seperti itu?” Nindy bicara dengan hati-hati.Noah lebih dulu mengusap permukaan bibir dengan tisu. Saat tatapannya kembali tertuju pada Nindy, Noah berkata, “Karena pertanyaanmu bisa membuat orang salah paham.”Bibir Nindy terlipat dalam mendengar ucapan Noah. Dia diam dengan tatapan penuh penyesalan.Nindy menatap Noah yang baru saja meletakkan tisu dengan kasar ke meja. Dia bersalah.“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.” Nindy meremat jemarinya. “Kamu tanya banyak hal tentang Nandira, jadi aku kepikiran ke sana.” Tatapan Noah tertuju pada Nindy yang diam dengan ekspresi wajah menyesal. Noah mengembuskan napas pelan.Noah mengembuskan napas kasar. “Aku bertanya, bukan karena aku menginginkan seperti yang kamu tanyakan. Tapi aku bertanya, hanya agar kamu mengeluarkan kegelisahan dan semua yang se

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status