Rendra melepaskan tangannya dari tembok, mundur selangkah sambil terus menatap Sera dengan tatapan yang membuat hati Sera mendadak mencelos tanpa sebab.Pertanyaan Rendra yang terdengar begitu dingin membuat lidah Sera mendadak kelu. Ia merapatkan punggungnya ke tembok, mencoba mencari pegangan di balik permukaan semen yang dingin."I-iya, tentu saja," jawab Sera akhirnya, suaranya sedikit bergetar namun ia berusaha tetap tenang. "Anda memberi saya kartu, Anda bilang itu uang saku, tapi saya tahu itu bayaran untuk saya. Dalam sebuah kontrak, tidak ada yang gratis, bukan? Saya menerima uang itu, artinya saya sedang bekerja untuk Anda."Rendra tidak langsung menyahut. Ia hanya menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyum tipis. Ia menjauhkan tubuhnya, memberikan ruang napas yang mendadak terasa begitu luas bagi Sera.Rendra berjalan perlahan menuju tengah ruangan, langkah kakinya terdengar berat."Begitu, ya?" Rendra berbalik, menatap Sera dari kejauhan. "Kalau begitu, karena menjadi
Last Updated : 2026-02-11 Read more