بيت / Romansa / Menantang Kasta / Mencari Bukti

مشاركة

Mencari Bukti

مؤلف: Erna Azura
last update تاريخ النشر: 2026-03-27 20:14:29

Keputusan sudah dijatuhkan.

Bukan vonis.

Tapi—awal dari pembuktian.

Dan seluruh gedung AG Group berubah jadi ruang penyelidikan.

Hari itu juga—tim audit internal mulai bergerak.

Tidak ada penundaan. Tidak ada kompromi. Semua akses dibuka.

Server, log aktivitas, jadwal ruangan, hingga rekaman CCTV dari berbagai titik.

Ruang kontrol keamanan yang biasanya sunyi—mendadak penuh sesak oleh tim audit.

Beberapa layar besar menampilkan rekaman dari berbagai sudut ; Koridor lantai eksekutif, Pan
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
rianur378
pertentangan sudah jelas g bisa ditawar,,, hanya bagaimana perjuangan kalian
goodnovel comment avatar
Ferinda Yanti
dont much worry kalian pasti bisa...
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Menantang Kasta   Gosip

    Pagi di rumah bapak dan ibu dimulai jauh lebih cepat dibanding kehidupan mereka di Jakarta.Saat langit masih diselimuti kabut tipis, suara ayam jantan sudah lebih dulu memecah kesunyian.Udara Bandung yang dingin menyelinap masuk dari sela jendela.Aroma kopi hitam dan bawang putih tumis dari dapur membuat Kaluna perlahan membuka mata.Ia mengerjap beberapa kali.Butuh beberapa detik untuk mengingat kalau sekarang dia bukan lagi berada di apartemen kecil mereka di Jakarta.Melainkan di rumah sederhana milik bapak dan ibu.Di desa.Kaluna menoleh ke samping.Satria sudah tidak ada.Selimut di sisinya dingin.Berarti pria itu sudah bangun lebih dulu.Kaluna duduk perlahan.Bekas operasinya masih terasa sedikit tertarik, tapi jauh lebih baik dibanding beberapa hari lalu.Setelah mandi dan berganti pakaian dengan blouse krem longgar dan celana kulot bahan linen, Kaluna keluar kamar.Ia mendapati Satria sedang membantu bapak di halaman belakang.Keduanya tampak sedang memi

  • Menantang Kasta   Pulang

    Perjalanan dari Jakarta ke Bandung terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.Satria dan Kaluna sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.Mobil Satria melaju membelah jalan tol dengan kecepatan stabil.Kaluna duduk di kursi penumpang sambil sesekali menatap ke luar jendela.Gedung-gedung tinggi perlahan menghilang.Digantikan hamparan hijau, pepohonan, sawah, dan langit yang terasa lebih luas.Udara pun perlahan berubah.Lebih sejuk dan ringan.Dan entah kenapa lebih menenangkan.Kaluna mengusap perutnya pelan.Bekas operasi itu masih terasa sesekali.Tidak terlalu sakit.Tapi cukup untuk mengingatkannya pada apa yang baru saja mereka lalui.Di sampingnya, Satria fokus menyetir.Tangannya mantap di kemudi.Namun tatapannya lebih dalam dari biasanya.Kaluna melirik sekilas.“Sayang…”“Hm?”“Kamu enggak nyesel, kan?”Pertanyaan itu membuat tangan Satria sedikit mengencang di setir.“NyeseI apa?”“Pulang ke Bandung.”Sunyi beberapa detik.Sampai akhirnya Satria mengg

  • Menantang Kasta   Membahagiakan Ratu

    Pagi di Manhattan terasa jauh berbeda dari Jakarta.Udaranya dingin namun segar. Langit biru terang. Sinar matahari memantul di kaca-kaca gedung tinggi, membuat kota itu terlihat seperti hidup tanpa pernah benar-benar tidur.Di dalam penthouse, Ratu baru saja selesai sarapan ketika Zyandru keluar dari walk-in closet.Hari ini pria itu tampil berbeda.Bukan kaos santai seperti semalam.Melainkan kemeja putih fitted, coat hitam panjang, jam tangan mewah, dan rambut yang tertata rapi.Benar-benar seperti pria yang keluar dari cover majalah bisnis.Ratu yang sedang duduk di kitchen island sampai tersedak air putih yang dia minum.Matanya mengerjap beberapa kali.Zyandru yang sadar sedang diperhatikan justru menyeringai.“Kenapa?”Ratu cepat menggeleng.“Enggak…”“Bohong.” Zyandru berjalan mendekat.Membungkuk sedikit.“Gelagat kamu aneh.”Pipi Ratu langsung memanas. “Ganteng banget .…” Kalimat itu keluar beg

  • Menantang Kasta   Memutuskan Untuk Pulang

    Matahari pagi kini sudah benar-benar naik.Cahayanya masuk dari balik jendela apartemen kecil mereka, memantul lembut di lantai keramik dan meja makan mungil yang sejak tadi dipenuhi aroma mentega, roti panggang, dan telur orak-arik.Di dapur kecil itu, Satria sibuk sambil mengenakan celemek hitam yang entah sejak kapan melingkar di pinggangnya.Tangannya cekatan menuang teh hangat ke dalam dua cangkir.Sesekali matanya melirik ke arah kamar.Memastikan Kaluna baik-baik saja.Sejak pulang dari rumah sakit, pagi-pagi mereka berubah.Tidak ada lagi pagi yang terburu-buru.Tidak ada lagi suara notifikasi email pekerjaan atau jadwal interview.Yang ada hanya Kaluna.Dan memastikan istrinya pulih.Beberapa menit kemudian, suara pintu kamar mandi terbuka terdengar.Satria refleks menoleh.Dan seketika tatapannya melembut.Kaluna keluar dari kamar dengan rambut yang masih setengah basah.Tubuhnya dibungkus dress rumahan berbahan katun lembut. Wajahnya masih pucat, tapi jauh le

  • Menantang Kasta   Orang Yang Paling Mengerti

    Langit masih gelap.Sinar matahari belum benar-benar muncul, hanya semburat jingga tipis yang mulai membelah ufuk timur.Area kolam renang apartemen pun masih sepi.Belum banyak penghuni yang turun. Belum ada suara anak-anak. Belum ada riuh percakapan para penghuni.Hanya suara air yang sesekali beriak dan embusan angin pagi yang menyentuh permukaan kolam.Satria duduk sendirian di salah satu kursi santai dekat tepi kolam.Rambutnya masih basah sehabis berenang.Kaos abu-abu tipis menempel di tubuh atletisnya yang juga masih sedikit lembab setelah sesi gym dan berenang.Biasanya aktivitas pagi seperti ini bisa membuat kepala Satria lebih jernih.Tapi tidak hari ini. Tatapannya kosong ke permukaan air.Ponsel di tangannya sudah terbuka sejak beberapa menit lalu.Nama Bapak yang tertera di layar membuat dadanya terasa berat.Jempolnya sempat berhenti beberapa detik. Ragu.Lalu akhirnya Satria menekan tombol panggil.Nada sambung terdengar.Satu kali.Dua kali.Sampai ak

  • Menantang Kasta   Saran Untuk Pulang

    Matahari sore mulai condong ketika pintu ruang rawat akhirnya terbuka.Seorang dokter masuk sambil membawa clipboard di tangan.“Untuk kondisi pasien sudah stabil,” katanya sambil menatap Satria. “Lukanya juga bagus, tidak ada perdarahan lanjutan. Kalau tidak ada keluhan, pasien sudah boleh pulang hari ini.”Sesuatu di dada Satria yang sejak beberapa hari terakhir terasa berat akhirnya sedikit mengendur.“Terima kasih, Dok.”Dokter mengangguk lalu pergi.Begitu pintu tertutup, Satria langsung menoleh ke arah Kaluna.Kaluna yang sejak tadi duduk bersandar di ranjang pasien tersenyum kecil. Lemas. Tapi hangat.“Akhirnya…,” bisiknya.Satria ikut tersenyum.Namun senyum itu berbeda. Lebih lega. Lebih tulus. Dan mungkin sedikit rapuh.Karena hanya dia yang tahu betapa berat beberapa hari terakhir. Biaya rumah sakit. Biaya operasi.Harga dirinya yang diinjak di depan keluarga Kaluna.Dan jam Rolex yang kini sudah tidak lagi

  • Menantang Kasta   Semakin Yakin

    “Parkir di sana aja,” kata Kaluna sembari menunjuk space parkir kosong di depan loby restoran.“Aku antar kamu sampai loby dulu.” “Enggak usah, kita parkir aja dulu nanti barengan ke restonya.”Kaluna tidak ingin memperlakukan Satria seperti driver.Akhirnya Satria menurut dan langsung memarki

  • Menantang Kasta   Cemburu dan Insecure

    Pintu ruang kerja Kaluna terbuka pelan.Satria masuk dengan langkah tenang seperti biasa. Jasnya sudah dilepas menyisakan kemeja putih yang digulung hingga sikut.Ia berhenti beberapa langkah dari meja Kaluna.“Anda memanggil saya, Nona?”Nada suaranya formal. Terlalu formal.Kaluna yang sedan

  • Menantang Kasta   Hutang Penjelasan

    “Ya udah deh, oke.”Satria yang berdiri di dekat mobil dengan pintu kabin belakang terbuka, sempat terlihat bingung.Kenapa Kaluna bersedia menerima ajakan dinner itu?Kenapa Kaluna tidak menjaga perasaannya?“Satria, kamu bawa pakaian ganti aku, kan?”“Bawa Nona … ada di

  • Menantang Kasta   Tempat Untuk Satria

    Siang itu langit Jakarta terlihat pucat di balik kaca gedung-gedung tinggi.Mobil sedan hitam mewah CEO anak perusahaan AG Group berhenti perlahan di depan gedung kantor Andre Pratama Group. Bangunan modern dengan fasad kaca itu memantulkan cahaya matahari siang yang terik.Satria turun lebih dul

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status