Setelah menyiapkan mentalnya, Mila pun menekan tombol accept dan mendekatkan ponsel ke telinganya.“Halo…” suaranya keluar pelan, ragu-ragu.Dengan satu gerakan, Hans membuat tubuh Mila menghadap meja lalu menahan posisinya, membuat Mila tidak mempunyai pilihan lain. Hampir tersentak, Mila cepat berdeham kecil, lalu berusaha berbicara dengan nada santai.“Halo, Riv?”Di belakangnya, jemari Hans menyusuri punggung Mila dari atas ke bawah, lalu perlahan naik kembali ke batas kain bra-nya. Dengan satu gerakan, jarinya membuka kaitan bra Mila. Membuat Mila memejamkan mata, berusaha tidak memikirkan apa yang akan Hans lakukan padanya. Buah dadanya kini menggantung bebas.“Mil? Kartu lo ketinggalan di mobil gue.” Kata Riven di ujung sana.“Iya… gapapa,” jawab Mila cepat.Jemari Hans sudah merayap ke depan, membelainya dengan gerakan yang pria itu tau, Mila meyukainya. Napas Mila mulai berubah.“Nanti aja,” sambung Mila sambil memiringkan kepalanya. Mila merasakan Hans memeluknya dari belak
続きを読む