Sesuai niatnya, malam itu Mila menjalankan rencananya. Untuk bertanya hal yang serius seperti ini, Mila tahu dia harus punya strategi. Hans tidak akan dengan mudah mengeluarkan informasi penting pada Mila.Oleh karena itu, bermodalkan apa yang Mila punya, Mila menekan tombol panggilan video pada pria itu. Ruang locker sudah sepi. Mila pun duduk di lantai menunggu Hans mengangkat panggilannya.Entah dering ke berapa, wajah Hans akhirnya muncul di layar. Menatapnya datar. Mila pun menjalankan rencananya.“Gue mau dong dibonceng pake motor lo yang kemarin,” ujar Mila tanpa basa-basi, suaranya sengaja dibuat sedikit manja.Kening Hans berkerut, tapi raut wajahnya perlahan berubah.“Sekarang?”Mila tersenyum tipis, lalu sedikit mendekat ke kamera.“Ya iyalah…” jawabnya pe
続きを読む