Waktu sudah beranjak sore sejak Hendra pergi beberapa jam yang lalu. Namun entah kenapa, semakin langit di luar mulai menggelap, dada Elena justru terasa semakin sesak.Elena sudah mencoba segala cara untuk mengusir rasa cemas yang menggelayuti pikirannya. Ia menyapu seluruh ruangan, mengepel lantai hingga berkilat, bahkan mencuci tumpukan pakaian yang sebenarnya tidak seberapa. Ketika semua pekerjaan itu selesai dan gelisah di dadanya belum juga surut, ia mulai membongkar lemari pakaian. Ia bawa ke ruang tamu dan melipat kembali baju-baju yang sudah tersusun rapi sejak siang tadi, hanya demi membuat tangannya tetap sibuk.Namun, usaha itu sia-sia.Jantungnya masih berdebar kacau. Tangannya terasa dingin, dan firasat buruk itu terus menekan benaknya tanpa alasan yang jelas."Nggak, Elena. Jangan berpikir yang aneh-aneh," gumam Elena pelan sambil melipat pakaian di tangannya. "Semuanya akan baik-baik saja. Nggak akan terjadi apa-apa."Ia menarik napas panjang lalu mencoba tersenyum
Read more