Tubuhku masih gemetar hebat di atas lantai kamar. Rasa sakit itu datang lagi, jauh lebih ganas dari sebelumnya, seolah mencoba menyerang rahimku dari dalam tanpa ampun."Akhh, sakit! Nek, tolong!!"Tangisku pecah seketika. Jemariku mencengkeram kain bajuku sendiri di atas perut yang terasa semakin berat dan menegang. Rasanya seperti ada sesuatu di dalam sana yang terus bergerak liar, menekan ke segala arah hingga napasku tersengal-sengal."Fay, dengarkan nenek. Tarik napasmu pelan-pelan." Suara nenek terdengar sangat panik di dekatku. Tangannya terus mengusap punggungku yang sudah basah oleh keringat dingin. "Jangan biarkan ketakutanmu menguasai dirimu. Kamu harus tetap tenang demi anak itu.""Aku mencoba, Nek. Sungguh, aku mencoba," isakku dengan suara yang nyaris hilang.Tapi rasa sakit ini terlalu besar. Perutku kembali bergelombang pelan di depan mataku sendiri, membuat tubuhku membeku ketakutan. Sesuatu di dalam sana bergerak semakin kuat. Kulitku menegang sampai terasa pana
Read more