Di dalam kamar sempit itu, Hendra terus mondar-mandir tanpa henti. Langkahnya terdengar pelan di atas lantai kayu, tetapi isi kepalanya terasa jauh lebih bising daripada suara apa pun.Ia harus memikirkan cara membawa Fay keluar. Bukan dengan paksaan, juga bukan dengan kekerasan, melainkan dengan alasan yang masuk akal. Alasan yang cukup kuat untuk membuat semua orang percaya bahwa dirinya tidak terlibat apa pun.Dan yang paling sulit … ia harus membuat Fay sendiri yang menolak dikawal Aldrick dan Lucien.Jika tidak, semuanya akan gagal.Hendra berhenti melangkah tepat di depan jendela kaca kamar. Tatapannya lurus mengarah ke hutan pinus di luar sana.Tenang, begitu sunyi, namun ia tahu ada puluhan mata tersembunyi di balik pepohonan itu.Mengawasi, menunggu, dan siap membunuh siapa pun yang terlihat mencurigakan.Rahang Hendra perlahan mengeras.“Aku harus sangat hati-hati,” bisiknya lirih.Karena satu kesalahan kecil saja, Aldrick mungkin akan langsung mematahkan lehernya di tempat.
Baca selengkapnya