Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 123. Akhir dari Kebohongan

Share

123. Akhir dari Kebohongan

Author: malapalas
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-01 08:54:30
​Ruangan itu kembali sunyi. Hanya terdengar suara detak jantung Jessi yang berpacu liar. Keringat dingin mulai mengalir melewati pelipisnya, membasahi beberapa helai rambut yang menempel di pipi.

"Aku memang pernah membenci Fay! Aku nggak menampik itu!" teriaknya pasrah.

​Aaron tidak menunjukkan reaksi apa pun. Wajahnya tetap sekeras pahatan batu.

​"Aku juga mengaku kalau aku pernah melakukan kesalahan besar padanya," lanjut Jessi dengan napas terengah-engah. Namun, pria di depannya tetap
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Sang Alpha   282. Pengkhianatan Terbuka

    ​Fay menghela napas lega, tidak menyadari ketegangan tak kasatmata yang baru saja terjadi. Ia berjalan lebih dahulu, diikuti oleh Elena, Hendra, serta Lucien yang mengekor rapat di belakang mereka dengan kewaspadaan penuh.​Mereka memasuki kamar utama yang luas dan mewah. Sebuah boks bayi dari kayu ukiran mahal berdiri anggun di dekat tempat tidur utama.“Biar Ibu bantu, Fay,” bisik Elena dengan suara lembut.Elena segera membimbing Fay mendekati boks bayi. Keduanya sibuk menata bantal kecil dan menyesuaikan selimut lembut yang menutupi tubuh Arsen.​"Lihatlah dia, Fay ...," gumam Elena dengan senyum hangat, "bahkan saat tidur, cucuku terlihat sangat tampan."Jemari Elena menyentuh tangan kecil Arsen dengan penuh kasih sayang.Untuk sesaat, suasana kamar terasa begitu damai. Kasih sayang seorang ibu dan nenek memenuhi area di sekitar boks bayi itu.Di saat Fay dan Elena sepenuhnya terfokus oleh bayi kecil itu, serta Lucien yang berdiri berjaga tepat di depan pintu yang tertutup, Hendr

  • Anak Rahasia Sang Alpha   281. Mendekati Bahaya

    ​Sejak awal, Aaron tidak pernah menganggap pesta pernikahannya sebagai sebuah perayaan biasa.Pengamanan di seluruh area hotel telah disusun sedemikian ketat sehingga hampir tidak ada pergerakan yang luput dari pengawasan.Setiap pintu masuk dijaga. Setiap lorong dipantau. Bahkan para prajurit pilihan yang menyamar sebagai staf hotel telah ditempatkan di berbagai titik strategis.Karena itu, ketika Hendra membawa Fay dan Arsen menuju lantai atas, beberapa prajurit yang berjaga di ujung tangga langsung bergerak.Mereka menghadang tepat di depan tangga."Berhenti."Fay, Elena, dan Hendra seketika menghentikan langkahnya.​"Mohon maaf, Nyonya Fay," ujar salah satu prajurit dengan suara berat penuh penghormatan, namun tegas tanpa kompromi. "Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan melewati area ini tanpa izin."​Fay mengedipkan mata, terkejut dengan penjagaan seekstrem itu. "Tapi ... aku hanya ingin menidurkan Arsen.""Kami memahami itu." Prajurit tersebut tetap berdiri tegak. "Namun, kam

  • Anak Rahasia Sang Alpha   280. Ancaman Dimulai

    Tidak jauh dari sana, suasana di antara para Tetua dan anggota Dewan terasa jauh berbeda.Mereka tahu bahwa penjelasan Aaron hanyalah sebuah cerita yang sengaja disusun untuk dunia manusia. Namun, justru itulah yang membuat kemarahan mereka semakin sulit ditahan.Aaron telah memilih seorang manusia sebagai Luna.Tanpa meminta persetujuan mereka.Tanpa menunggu keputusan Dewan.Dan sekarang, di hadapan ribuan manusia, ia telah mengakui wanita itu sebagai istrinya secara terbuka. Lebih dari itu, Aaron juga telah memperkenalkan Arsen sebagai putranya.Pewarisnya.Semuanya telah ditempatkan di hadapan hukum manusia seolah keputusan itu sudah final dan tidak dapat diganggu gugat.Namun, bukan hanya pengakuan Aaron terhadap Arsen yang menarik perhatian para werewolf dari berbagai klan. Tatapan mereka masih tertuju pada bayi yang berada dalam gendongan Sang Alpha.Arsen.Beberapa Tetua memperhatikannya dengan sangat serius. Bahkan sebagian anggota Dewan yang sebelumnya sibuk menahan kemarah

  • Anak Rahasia Sang Alpha   279. Di Sisi Sang Alpha

    “Jadi, tidak ada yang perlu dipertanyakan mengenai waktu kelahiran putra kami.” Suara Aaron kembali terdengar tegas.Beberapa karyawan yang sebelumnya kebingungan mulai menunjukkan ekspresi berbeda.Jika Fay memang sudah mengandung sebelum bekerja di perusahaan, maka semuanya memang masuk akal.“Berarti waktu itu Fay memang sudah hamil?”“Jadi bayi itu bukan baru dikandung setelah kejadian di ruang rapat?”“Pantas saja setelah beberapa waktu dia berhenti bekerja.”“Mungkin Pak Aaron memang sengaja memintanya berhenti demi keselamatan bayi.”“Kalau begitu, gosip kita selama ini benar-benar salah.”Beberapa orang mengangguk pelan.Potongan-potongan informasi yang dulu terasa tidak masuk akal kini seolah tersusun menjadi satu.Mereka akhirnya memahami mengapa Fay tiba-tiba meninggalkan perusahaan beberapa bulan setelah bekerja di sana.Namun, pemahaman itu hanya berlaku bagi mereka yang berasal dari dunia manusia.Di antara para werewolf yang hadir, tidak ada satu pun yang terlihat terke

  • Anak Rahasia Sang Alpha   278. Skenario Sang Alpha

    Seluruh aula menunggu dalam senyap. Ribuan pasang mata tertuju kepada Aaron.Para karyawan masih diliputi keterkejutan setelah mengetahui bahwa wanita yang berdiri di samping bos besar mereka ternyata adalah Fay—mantan anak magang di Divisi Administrasi Umum. Di sudut lain, para wartawan menanti penjelasan dengan tidak sabar, sedangkan para rekan bisnis seketika menahan percakapan mereka. Sementara itu, para Tetua dan anggota Dewan hanya duduk bergeming, mengamati setiap gerak-gerik Aaron dengan tatapan tajam.Namun, Aaron tidak langsung menjawab. Ia terlebih dahulu menoleh kepada Fay.Wajah wanita itu masih menyimpan sedikit kegelisahan. Namun, ketika tatapan mereka bertemu, Aaron memberikan senyum tipis yang menenangkan.Senyum yang seolah mengatakan bahwa semuanya berada dalam kendalinya.Fay mengembuskan napas perlahan. Ia segera membalas senyum Aaron.Setelah memastikan istrinya lebih tenang, Aaron mengalihkan pandangan kepada seluruh tamu.“Sepertinya kalian memiliki banyak pert

  • Anak Rahasia Sang Alpha   277. Identitas yang Terungkap

    “Astaga ... bukankah dia Fay?!”Suara itu terdengar dari tengah kerumunan karyawan.Beberapa kepala langsung menoleh, saling melempar tatapan tidak percaya.“Apa? Fay?”“Benar, itu Fay.”“Bukankah dia dulunya hanya anak magang?”Rekan di sebelahnya mengangguk kecil, ikut mengonfirmasi. “Ya. Setahuku, dia mantan staf magang di Divisi Administrasi Umum.”Karyawan lain yang mendengar percakapan itu sontak mengalihkan pandangan mereka ke arah panggung.“Dan sekarang dia berdiri di samping Pak Aaron? Menjadi pengantinnya?”“Dia baru beberapa bulan lalu mengundurkan diri, kan?”Dalam sekejap, desas-desus itu menyebar luas, membelah kemegahan pesta pernikahan sang Alpha.Fay yang mendengar percakapan tersebut terlihat gelisah. Jemarinya tanpa sadar mengerat pada tangan Aaron.Namun, Aaron tetap tenang.Ia hanya menoleh sekilas kepada Fay, seolah memberikan isyarat agar wanita itu tidak perlu memikirkan bisikan-bisikan tersebut.Di sisi lain, Elena yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Hend

  • Anak Rahasia Sang Alpha   67. Ketika Pemburu Mulai Saling Membaca

    ​​Lorong itu kembali sunyi. Namun, atmosfer kali ini terasa sangat berbeda. Keheningan tersebut bukan lagi kehampaan, melainkan sebuah jeda yang sarat akan ketegangan.​Di balik pilar batu yang tinggi, bayangan hitam itu tetap diam beberapa saat lebih lama. Sosok tersebut tampak memastikan bahwa la

  • Anak Rahasia Sang Alpha   58. Api yang Dibawa Pulang

    Jessi keluar dari dalam lift dengan langkah tergesa-gesa, hampir tersandung karena pandangannya yang mengabur. Napasnya terengah-engah dan kacau, sementara sebelah tangannya masih menekan sisi wajah yang terus mengalirkan darah segar. Namun, rasa perih yang menjalar di kulitnya sama sekali tidak se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   6. Di Bawah Kuasa Sang Predator

    "Aaron, saya hanya ingin resign," kataku, mencoba terdengar tegas meski kakiku sudah seperti jeli."Dan aku adalah CEO-nya, Fay. Keputusanku mutlak," sahutnya datar. Kilatan emas di matanya meredup, kembali menjadi hitam, namun tekanan dari tubuh tegapnya tidak berkurang. "Rupanya kamu butuh waktu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   49. Lolongan yang Mencari

    ​Aku tidak tahu pasti kapan percakapan penuh ketegangan semalam berakhir. Yang teringat di benakku hanyalah sisa-sisa tatapan Aaron yang terlalu dalam, napasnya yang hangat menerpa wajahku, dan debaran jantungku yang terasa semakin keras, seolah ingin melompat keluar dari tempatnya.Saat kesadarank

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status