Mobil tua yang dikendarai orang suruhan Ratih menderu pelan, membelah kabut tebal di kawasan perbukitan yang masih asri di pinggiran Bogor. Jalanannya sempit, hanya cukup untuk satu mobil, dengan ranting-ranting pohon yang mencambuk kaca jendela seolah-olah alam sedang berusaha memperingatkan Kinan untuk berbalik arah.Di kursi belakang, Kinan memegang buku harian merah milik Maria seolah benda itu adalah jantungnya sendiri. Rambut pendeknya yang dipotong asal-asalan mencuat di balik topi, memberikan kesan wajah yang lebih tirus, lebih keras, dan lebih "hantu". Di sampingnya, Ratih hanya diam, tangannya terus memegang tas medis yang di dalamnya berisi alat perekam dan senjata kecil."Kita sampai, Nan," bisik Ratih.Di depan mereka, sebuah pagar kawat berduri yang tinggi menjulang, menutupi sebuah bangunan beton tanpa jendela yang tampak seperti gudang logistik biasa. Namun, dari atapnya menyembul antena parabola besar dan beberapa kamera pengawas yang terus berputar, memindai setia
Last Updated : 2026-03-15 Read more