Keheningan di rumah itu terasa sangat pekak. Tidak ada suara denting piring yang beradu dengan riuh, tidak ada gumam doa Kinan saat menyetrika baju di pojok ruangan. Sejak kejadian tamparan itu, Kinan benar-benar menjalankan perannya sebagai "orang asing". Ia tetap di rumah, tapi jiwanya seperti sudah pindah ke dimensi lain. Ia hanya memasak untuk dirinya sendiri, mencuci bajunya sendiri, dan menghabiskan sisa waktunya di depan laptop di dalam kamar yang pintunya selalu ia kunci dari dalam.Aris gelisah. Ternyata, kehilangan layanan seorang istri jauh lebih menyiksa daripada kehilangan uang di dompet. Ia harus mencari kaos kakinya sendiri yang entah terselip di mana, ia harus menelan roti tawar kering karena Bu Ratmi hanya bisa menyuruh tanpa bisa memasak, dan yang paling parah, ia kehilangan akses terhadap "ketenangan" yang biasanya disediakan Kinan tanpa ia minta.Pagi itu, Aris sengaja tidak langsung berangkat kantor. Ia duduk di meja makan, menatap Kinan yang sedang menyeduh kop
최신 업데이트 : 2026-03-06 더 보기