Althea terdiam, memberikan ruang bagi Kael untuk melanjutkan kalimatnya. "Sejak kita pulang dari klinik kemarin," Kael menatap mata Althea semakin dalam, suaranya terdengar sangat hati-hati namun tegas, "setelah dokter memastikan hasil tesmu bersih dan alat sialan itu akhirnya dikeluarkan secara permanen dari rahimmu, aku sengaja tidak langsung mendesakmu bercerita karena aku tahu kamu butuh waktu." Kael menarik napas sejenak, lalu melontarkan pertanyaan yang seketika membuat detak jantung Althea berubah tempo. "Tapi malam ini aku ingin mendengarnya langsung darimu, Thea. Setelah alat itu lepas, setelah kamu tahu bagian terakhir dari kendali Zayyan atas tubuhmu sudah benar-benar lenyap, bagaimana perasaanmu yang sebenarnya sekarang?" Althea terpaku. Pertanyaan Kael menembus tepat ke bagian paling rapuh di dalam hatinya, memaksanya untuk kembali menggali apa yang sebenarnya ia rasakan atas tubuhnya sendiri malam ini. Althea terdiam cukup lama. Ia menatap tautan jemari mereka,
Read more