Raut wajah Dira tampak bingung, pasalnya ia merasa tidak ada yang salah dengan dirinya. Seakan mengerti dengan raut wajah Dira, lantas Wita pun kembali berkata "Mbak dari tadi keliatan ga tenang, seperti ada yang dipikirin. Mbak lagi tengkar sama mas Raffa? eh tapi ndak mungkin deh wong tadi masih romantisan kok." "Udah akh Wit, kamu ini ngomong apa sih. Mbak gapapa, mbak juga gak lagi tengkar kok." "Tapi, mbak---" "Udah ayo buruan kesana, gak enak sama yang lainya." 'Astagfirulla, apa aku ketara banget ya kepikiran soal lelaki yang tadi' Sial, salahnya lelaki tadi wajahnya tertutup oleh masker. Hanya bagian mata nya saja yang terlihat. Hal itu lh yang membuat Dira sampai sepenasaran ini. Flashback on : Rintik hujan mulai turun dan membasahi padatnya kota Jakarta pada malam itu, Jam pulang kerja dengan kemacetan yang tak pernah redah ditambah guyuran hujan yang tengah melanda seakan menjadi sebuah perhiasan yang sakit dilihat dengan mata. "Meong meong meong" suara cicit
Last Updated : 2026-05-01 Read more