Bab 16Adeline di perbolehkan pulang, kondiisnya sudah membaik. Ia hanya perlu istirahat dan beberapa kali control untuk datang ke ruang psikolog. Mengingat kejadian itu, membuat dirinya trauma. Mami Angelin bahkan merapikan baju di kamarnya dengan santai, ia tidak masalah dengan putrinya yang murung menahan kesal sejak tadi.“Kamu mau makan apa? Biar mami siapkan makan malamnya,” tanya Mami Angelin membuat Adeline menahan nafas.“Aku gak laper, masih kenyang mi.”“Inget kata dokter, kamu boleh pulang dengan catatan makan yang banyak, minum obat dna istirahat. Jangan gak laper ap aitu, mami inget ya kamu cuma sarapan tadi. Siang juga belum makan,” oceh mami Angelin membuat Adeline menutup matanya.“Ayam bakar,” jawab malas Adeline membuat mami Angelin tersenyum.“Hm, baiklah. Oh ya, tadi mami udah bicara soal perjodohan kamu. Keluarga mereka juga sangat senang hati kalau putranya berjodoh denganmu, sayang.”Deg.Perasaan Adeline yang buruk semakin buruk. Ia tidak menyahuti lagi ucapa
Baca selengkapnya