Emily mengepalkan tangannya sekuat tenaga, merasakan pinggiran tajam cincin perak itu menusuk telapak tangannya.Jantungnya berdegup begitu kencang hingga dia takut Kael bisa mendengarnya di tengah kesunyian pinggir sungai ini. Dia perlahan membuka jemarinya, namun bukan cincin yang ia tunjukkan.Dengan gerakan cepat yang tampak canggung, Emily memungut sebuah batu sungai yang kasar dan berlumut tepat di samping tempatnya berjongkok.“Ini, Tuan Duke,” ucap Emily dengan suara serak, sambil mengangkat batu itu tinggi-tinggi.“Saya hanya ... saya butuh batu kasar untuk menggosok daki di tubuh saya. Air sungai ini sangat dingin, saya pikir dengan menggosok kulit, tubuh saya akan sedikit lebih hangat.”Kael menatap batu di tangan Emily, lalu beralih menatap mata gadis itu.Emily tidak berani berkedip, dan akhirnya memaksakan tatapan polos yang penuh ketakutan, berharap Kael tidak menyadari cincin yang kini ia selipkan di antara sela-sela jari di bawah batu tersebut.“Kau memungut batu saat
Last Updated : 2026-04-08 Read more