Aarick mengerang tertahan saat jemari Velove menyelinap ke pangkuannya, menyentuh bagian terlarangnya. Serta-merta ia menepis tangan nakal itu. "Jaga sikapmu. Ini bukan ruangan pribadi," desisnya tajam, menahan gejolak.Velove justru tersenyum miring, tak sedikit pun terusik. Tangannya kembali bergerak, kali ini lebih berani, menelusuri lekuk di balik kain celana Aarick dengan tatapan menggoda. "Aku kangen kamu... Hampir seminggu gak kena suntik batang kamu, aku kangen banget."Napas Velove memburu ketika merasakan reaksi Aarick yang tak bisa berbohong. Senyumnya melebar, puas. "Kamu juga kangen aku, kan? Lihat ini, langsung berdiri aja si Otong ini," bisiknya serak. "Ayo sekarang aja.""Ara ada di sini, apa kamu tidak takut dia melihat kita seperti ini?" Aarick berbisik geram, napasnya tersengal. Hasrat dan akal sehatnya berperang di dada. "Jangan sekarang, Velove!""Kalau begitu kita bisa ke kamar!" Brengsek. Itu satu kata yang melintas di kepala Aarick. Ara baru saja kelua
Last Updated : 2026-05-02 Read more