“Aku mau coba ini, Aarick.” Ara naik dan duduk di mesin water rower, matanya berbinar. “Tolong ajarin aku caranya, Rick!” pintanya antusias.Aarick menghela napas pelan. Jujur, dia takut khilaf. Dekat dengan Ara selalu menguji kendalinya. Tapi janji adalah janji. Dia sudah bilang akan bantu Ara olahraga. Dengan langkah tenang, dia menghampiri Ara.“Apa ini udah bener, Rick?” tanya Ara lagi sambil menarik tali pegangan. Dia yang jarang bergaul dan baru kali ini punya teman dekat pria, tidak bisa berhenti senyum. Seperti anak kecil yang akhirnya diizinkan main hujan.“Bukan gitu,” Aarick mendesah, lalu berjongkok di depan Ara. Dia paksa dirinya fokus, mengabaikan detak jantungnya yang mulai tak karuan tiap lihat Ara. “Gini caranya,” ujarnya, suaranya rendah.Dengan tangan yang sedikit bergetar, Aarick meraih kedua kaki jenjang Ara. Perlahan, dia mengarahkan kaki Ara ke pijakan yang benar, membetulkan posisinya. “Tumit nempel, dorong pakai kaki
Last Updated : 2026-04-28 Read more