Kota Jabadia, jam setengah dua belas malam tidak pernah benar-benar tidur. Apalagi Maboya Hill. Sederet ruko yang siang jadi toko HP dan travel umroh, malamnya berubah wajah.Lampu neon warna-warni, musik dari balik pintu kaca, dan parkiran yang isinya fortuner, Alphard, dan sederet mobil jenis lainnya.Pajero Sport hitam Aarick pun berhenti di basement Dragon Club. Mesin dia matikan. Tiga detik cuma ada suara bass yang merambat lewat aspal, naik ke sasis mobil, hingga ke tulang rusuk. Dug. Dug. Dug.Suara itu seperti jantung raksasa yang sedang marah.Aarick tidak langsung turun. Tangannya masih di setir. Dari spion tengah, dia melihat Ara di jok belakang. Gadis itu menggenggam cardigan rajutnya kuat-kuat sampai buku jarinya putih. Dress satin maroon-nya sudah dia pilih dua jam di depan kaca, sekarang kelihatan seperti kostum yang salah tempat."Ara," panggil Aarick akhirnya. Suaranya datar, tapi ada berat yang tak biasa. "Sekali kamu injak lantai klub itu, kamu bukan Ara gadis man
Last Updated : 2026-05-11 Read more