Ujung pentungan hitam itu berdecit saat bergesekan dengan kulit paha dalam Rahmi yang lembap. Tono, satpam jangkung dengan napas yang memburu seperti lokomotif tua, semakin beringas menekan benda tumpul itu ke arah pusat kenikmatan Rahmi yang sudah tidak terlindungi apa-apa.Tubuh Rahmi melengkung, jari-jari kakinya mencengkeram lantai auditorium yang dingin, berusaha menahan guncangan yang menghantam saraf-sarafnya."Woi, Ton! Udah, jangan lama-lama!" Supri, satpam berkumis yang masih menjambak rambut Rahmi, melirik gelisah ke arah pintu auditorium yang terkunci. "Nanti satpam regu sebelah lewat patroli, bisa berabe kita kalau ketahuan."Aku menyipitkan mata, mengamati ketegangan di wajah Supri. Menarik. Ada nada ketakutan yang nyata di sana, bukan sekadar takut tertangkap basah, tapi takut pada sesuatu yang lebih terstruktur."Eva, sepertinya tidak semua anjing penjaga di kampus ini bisa diatur oleh Thomas," bisikku dalam hati, merasakan kehadiran Eva yang bersandar manja di bahuku.
Last Updated : 2026-04-15 Read more