Hujan di Singapura telah reda, meninggalkan aspal yang mengilap di bawah lampu jalanan Clarke Quay. Namun, di dalam mobil yang melaju menuju pelabuhan udara, keheningan yang tercipta jauh lebih dingin daripada udara malam. Maya masih memegang ponselnya, menatap layar yang kini gelap setelah panggilan video dari ibunya berakhir. Arlan, di sampingnya, tampak seolah baru saja dihantam oleh godam besar."Lima puluh tahun," gumam Arlan, suaranya hampir tidak terdengar di antara deru mesin mobil. "Jika akta itu valid, maka seluruh fondasi Dirgantara Group... pusat perbelanjaan itu, kompleks perkantoran Sudirman, hingga proyek Green Oasis... semuanya berdiri di atas tanah pinjaman."Maya menarik napas panjang, mencoba menstabilkan logikanya yang mulai goyah. Sebagai auditor, ia terbiasa dengan angka-angka yang hilang, tapi ia tidak pernah menyangka akan menemukan bahwa seluruh "kerajaan" pria yang dicintainya adalah sebuah pinjaman sejarah. "Kakekku adalah seorang mandor, Arla
Read more