/ Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 103 - Cinta Dibalik Layar Video Call

공유

BAB 103 - Cinta Dibalik Layar Video Call

작가: Isrrinya JENO
last update 게시일: 2026-07-15 13:42:44

Siang itu terasa lebih terik dari biasanya. Kamu baru saja berhasil menidurkan Sefan, buah hati kecil kalian yang baru berusia dua minggu itu di dalam box bayinya.

Fara menghela napas lega, Mama muda itu melangkah pelan menuju tempat tidur, berniat merebahkan diri sejenak di ranjang sebelum putranya kembali bangun. Namun, belum sempat punggung Fara menyentuh bantalan ranjang, ponsel yang tergeletak di meja nakas tpat disebelah ranjang terlihat bergetar hebat.

Nama "Suamiku" muncul di layar,
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (9)
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
prioritas no 1 ya keluarga
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
selalu ada waktu untuk bersama walaupun waktu menyibukkan kalian
goodnovel comment avatar
Kim Chie
sabar Sean, belum empat puluh hari.. ......
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 107 - Meggoda Sella

    Setelah membasuh wajahnya agar terlihat lebih segar dan bersiap, Fara akhirnya melangkah keluar dari kamar didampingi oleh Sean. Sean dengan setia merangkul pinggang istrinya posesif, sesekali mengecup pelipis Fara untuk menyalurkan kekuatan. Di tangan kirinya, Sean membawa bungkusan nasi padang hangat yang tadi dibelinya. Mereka berdua berjalan pelan menuruni anak tangga, menuju ke ruang keluarga yang berada di lantai bawah. Suasana hangat langsung menyambut mereka begitu kaki mereka menginjakkan anak tangga terakhir. Di ruang tengah, seluruh keluarga besar Narendra rupanya sudah berkumpul dan tengah menunggu kedatangan mereka berdua sejak tadi. Bahkan si kecil Sefan pun sekarang sudah bangun dari tidur nyenyaknya. Bayi mungil itu tengah digendong dengan begitu telaten oleh Alex, pamannya. Di samping Alex, ada Sella yang terus-menerus menggoda keponakan kecilnya itu dengan senyuman yang tak pernah luntur."Papa Mama mu datang tuh," ujar Papa Narendra kepada sang cucu kecil yang b

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 106 - Deep Talk

    Jarum jam dinding baru saja melewati angka enam sore, ketika keheningan kamar utama di lantai dua kediaman keluarga Narendra mendadak pecah. Baru sekitar setengah jam lebih Sean terlelap tenang setelah seharian bergelut dengan tumpukan berkas kantor, suara tangis anaknya terdengar menggema, memantul di seluruh rongga rumah besar keluarga Narendra mengudan kepanikan pada hati Papa Muda itu. Suara lengkingan khas bayi berusia tiga minggu itu terdengar begitu nyaring, memotong sunyinya ari yang mulai petang merayap. Fara, istrinya yang tengah tertidur lelap dalam dekapan hangat Sean, pun ikut bergerak gelisah. Kerutan samar muncul di dahinya yang polos, sepertinya wanita itu mendengar suara tangis yang sama seperti yang mengusik tidur Sean. Tidur nyenyak yang semula menjadi pelarian dari rasa lelahnya kini terusik oleh alarm naluriah seorang ibu yang begitu peka terhadap suara darah dagingnya. Dalam sekejap mata, kesadaran Fara tersentak. Netranya langsung membelak kaget. "SE

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 105 - Cantiknya aku

    "Euggk!" Sefan cegukan, bayi mungil itu terlihat polos dan begitu menakjubkan di mata Sean. Dalam gendongannya, bayi kecil mereka yang baru berusia beberapa minggu itu bergumam dan menggeliat kecil dalam. Bayi itu membuka mata sipitnya sebentar sebelum kembali terlelap, seolah memahami bahwa dunia di luar sana kini adalah tempat yang sangat aman. Sean menunduk, mengecup lembut kening putranya yang masih merah dan hangat. "Papa bawa kamu ketemu Oma dulu, gapapa sma Oma dulu kan?" bisik Sean pelan, suaranya nyaris tak terdengar. Sefan hanya bisa mengulat, masih belum bisa menjawab pertanyaan Papanya. Dengan langkah pelan namun pasti, Sean menuruni tangga marmer yang melingkar. Setiap anak tangga seakan menjadi penghubung antara *dunia tugas menjaga istri* dan *dunia kehangatan keluarga besar Narenda*. Suara riuh rendah perpaduan antara tawa renyah adik bungsunya, suara televisi, dan denting cangkir teh samar-samar terdengar dari ruang keluarga di lantai dasar. Saat Sean men

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 104 - Putri Tidur

    Aroma khas bumbu rendang dan gulai yang gurih langsung menyapa indra penciuman semua orang yang sekarang tengah duduk di dalam mobil, rasanya mobil ini bak toko Padang berjalan. Papa Narendra, Alex dan Ardi (selaku sopir di sini) hanya bisa menelan ludah. Karena Sean berpesan, semua makanan yang ia beli khusus untuk istrinya. Kalau mereka mau, beli sendiri. Karena tadi Alex dan papa Narendra tidak ikut turun, sekarang Alex tengah berkutat dengan ponselnya. Memesan beberapa lauk pauk maaan padang dari resto yang sama dengan Sean sebelumnya, yaitu *RMP, Pagi Sore*. Alex memesan makanan dengan porsi besar, untuk dijadikan menu makan malam oleh keluarga istrinya atau keluarga Narendra nanti. Sesaat setelah tiba di kediaman orang tuanya, Sean melangkah melewati pintu depan rumah keluarga besar Narendra egan semangatnya. Di tangan kanannya, sebungkus Nasi Padang hangat— lengkap dengan ekstra kuah dan sambal ijo kesukaan Fara terayun pelan. Senyum tipis terukir di wajah lelahnya

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 103 - Cinta Dibalik Layar Video Call

    Siang itu terasa lebih terik dari biasanya. Kamu baru saja berhasil menidurkan Sefan, buah hati kecil kalian yang baru berusia dua minggu itu di dalam box bayinya. Fara menghela napas lega, Mama muda itu melangkah pelan menuju tempat tidur, berniat merebahkan diri sejenak di ranjang sebelum putranya kembali bangun. Namun, belum sempat punggung Fara menyentuh bantalan ranjang, ponsel yang tergeletak di meja nakas tpat disebelah ranjang terlihat bergetar hebat. Nama "Suamiku" muncul di layar, disertai dengan ikon panggilan video. Dengan mata yang masih setengah mengantuk dan rambut yang mungkin sudah tidak karuan, Fara menggeser tombol terima. Wajah Sean memenuhi layar ponsel. Fara tahu betul jika suaminya tampak sedang berada di ruang istirahat kantornya, wajah Sean terlihat lelah namun matanya langsung berbinar begitu melihat wajah Fara. "Mau bobo, ya?" tanya Sean lembut, suaranya terdengar berat dan menenangkan di telinga Fara. Fara menguap lebar, menutupi mulut dengan tangan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 102 - Pagi Penuh Drama

    Suasana ruang makan kediaman Narendra pagi itu benar-benar hangat, cenderung kelewat bising. Jam baru menunjukkan pukul tujuh lebih lima menit, namun riuh rendah di ruang tengah sudah mengalahkan ramainya pasar pagi. Dua perempuan tangguh keluarga itu, Mama Sarah dan Sella, tampak seperti pemandu sorak yang baru saja memenangkan kompetisi nasional. "Ih ya ampun... ganteng banget keponakan aku!” heboh Sella, tangannya gemas mencubit angin di depan wajah sang bayi. "Iya dong, cucu Oma! Bibirnya mirip banget sama Opa-nya waktu muda, hidungnya yang mancung ini mutlak turunan Oma!" jawab Mama Sarah tak kalah hebohnya, menepuk-nepuk pelan popok kain yang membungkus tubuh mungil itu. Mama Sarah dan Sella sama sekali tidak menyentuh sarapan mereka pagi ini. Keduanya terlalu sibuk mengurus Seven di ruang tengah. Bayi mungil yang menjadi pusat semesta baru di rumah itu tampak tenang tiduran di atas baby lounger, menikmati ASI dari dalam dot yang sebelumnya sudah disiapkan dan dipompa ole

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 58 - Akhirnya Pulang

    Setelah selesai mengurus semua administrasi Sean kembali ke kamar dengan selembar kertas pemulangan oasien atas nama istrinya, dan juga selembar surat kontrol milik istrinya untuk minggu depan. Suasana di kamar rumah sakit terasa jauh lebih cerah, aroma obat-obatan yang sempat membayangi hari-hari

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 1 - Garis Dua di Ujung Kontrak

    "Nona, selamat. Anda positif hamil! Usia kandungannya *empat minggu*." Pernyataan itu, membuat dunia Fara seketika melenyap, matanya perlahan tetlihat kabur dan hampir gelap. Suara bising pendingin ruangan, aroma khas antiseptik, hingga hiruk-pikuk lorong rumah sakit di balik pintu kayu itu seolah

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status