Share

Bab 15

Author: D.N.A
last update publish date: 2026-04-20 21:59:17

"Bisakah lain kali saja?" tanya Agnira mencoba bernegosiasi.

Tubuh Agnira mundur perlahan saat jarak di antara mereka begitu dekat. Aroma parfum Sambara begitu menusuk hidungnya, membuat Agnira sedikit tidak nyaman.

"Hmmm ... tidak," tolak Sambara tegas.

Mata Agnira membulat. Tangannya semakin erat mencengkeram selimut, jika hal kemarin malam terulang, maka habislah Agnira.

"Kenapa, kita suami istri?"

"Itu ... Aku sedang datang bulan." Agnira mencoba mencari alasan masuk akal.

Mata Sambara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 150

    Ketukan pelan di pintu kamar mandi membuyarkan lamunan Agnira."Bu Agnira?" panggil Dokter Surya dari luar dengan nada tenang. "Sudah selesai?"Agnira mengembuskan napas panjang. Dengan tangan yang masih gemetar, ia menyeka air mata di pipinya, lalu membasuh wajahnya hingga bekas tangis itu sedikit memudar. Setelah merasa lebih tenang, ia menggenggam erat alat tes kehamilan di tangannya sebelum akhirnya membuka pintu.Begitu keluar, seluruh tatapan di dalam ruangan langsung tertuju kepadanya. Tidak ada yang bersuara. Bahkan Nana yang biasanya paling cerewet pun memilih diam."Bagaimana hasilnya?" tanya Sambara, suaranya terdengar jauh lebih pelan daripada biasanya, pria itu berusaha mendekat, dan menggenggam tangan istrinya.Agnira tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Sambara beberapa detik. Bibirnya bergetar, sementara matanya kembali dipenuhi air mata. Melihat itu, wajah Sambara perlahan memucat."Negatif?" bisik pria itu, lirih. "Tidak apa-apa kalau negatif, kita bisa mencoba

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 149

    Dokter sudah hadir bersamaan dengan kedatangan Robi. Pria itu terlihat mengeryit heran saat melihat raut tegang yang tercetak di wajah masing-masing orang yang berada di dalam ruangan."Ada apa ini?" bisik Robi yang kini berada tepat di belakang Nana."Kakak ipar terkena guna-guna," jawab Nana tanpa beban."Hah, ... Apa?" Robi mengalihkan pandangannya pada Nayara yang berdiri di ujung lain. "Lalu, kenapa memanggil dokter, bukankah seharusnya dukun." "Setannya gaul," celetuk Nana dengan wajah lempengnya.Sementara itu, dokter mulai mendekat pada Agnira. Dia mengangguk samar pada Sambara sebagai sapaan sopannya. "Kenapa dokternya lelaki?" tanya Sambara, menatap tajam pada Nayara.Nayara meringis kecil, ia mengusap tengkuknya yang terasa dingin. "Tapi, Tuan. Dia adalah dokter keluarga ini." Sambara masih menatap dokter itu dengan wajah datar. "Memangnya tidak ada dokter perempuan?" Dokter terkekeh pelan mendengar pertanyaan itu. "Pak Sambara, saya sudah menjadi dokter keluarga Lakesw

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 148

    "Sambara, jangan berteriak seperti itu, kau berisik sekali," ujar Agnira menatap sinis pada suaminya."Berisik? Saya ini khawatir," ucap pria itu tidak percaya, rasa khawatirnya di anggap sebuah kebisingan."Apapun itu, jangan berteriak seperti itu," peringat Agnira sekali lagi.Di tengah kepanikan itu, Nana datang membawa segelas teh hangat, minuman yang biasa Agnira seduh setiap pagi.Namun, baru saja aroma teh itu tercium, wajah Agnira kembali berubah. Ia buru-buru menutup mulutnya dengan telapak tangan. Perutnya kembali bergejolak hebat, sementara rasa mual yang sempat mereda perlahan menyeruak lagi, bahkan lebih kuat dari sebelumnya."Bau busuk apa ini?" tanya Agnira, matanya menatap sekitar guna mencari sumber baunya.Semua orang saling pandang, mereka tidak mencium bau apapun. Hanya ada aroma wangi dari teh chamomile yang memenuhi ruangan, dan itu terasa menenangkan pikiran. "Tidak ada bau apapun, justru ini san

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 147

    Agnira menggeliat pelan di atas ranjang. Seluruh tubuhnya terasa kaku karena semalaman tidur dalam posisi yang sempit. Ia menguap lebar sambil merentangkan kedua lengannya, berusaha mengusir rasa pegal yang masih tersisa.Namun, sebelum benar-benar sadar sepenuhnya, hidungnya menangkap aroma teh yang samar memenuhi ruangan. Seketika wajahnya berubah. Perutnya mendadak bergejolak hebat. Dengan refleks, Agnira menutup mulutnya lalu bergegas turun dari ranjang. Tanpa sempat mengatakan apa pun, wanita itu berlari sekencang mungkin menuju kamar mandi."Agnira!" panggil Sambara dengan nada terkejut.Pria itu refleks hendak bangkit dari tempat tidur, tetapi segera meringis saat rasa nyeri kembali menjalar dari luka di perutnya, serta rasa nyeri hebat yang menjalar dari betisnya.Suara muntah itu terdengar memenuhi ruangan kamar. Dengan sekuat tenaga Sambara berusaha bangkit berdiri dari ranjang, pria itu mengerahkan seluruh tenaganya agar bisa bergeser dan meraih kursi roda.Namun, jarak ku

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 146

    Ranjang yang tidak terlalu luas membuat keduanya harus tidur saling berhimpitan. Agnira bahkan memilih tidur menyamping agar Sambara bisa berbaring telentang dengan lebih leluasa tanpa khawatir mengenai luka di tubuhnya.Di tengah keheningan malam, mata Sambara perlahan terbuka saat merasakan gerakan kecil dari sisi kirinya. Ia menoleh dan mendapati Agnira tampak gelisah dalam tidurnya. Tubuh wanita itu beberapa kali bergeser, seolah berusaha mencari posisi yang lebih nyaman di ruang yang sempit.Tanpa berkata apa pun, Sambara menggeser tubuhnya perlahan, menahan nyeri yang menjalar dari luka di perutnya. Ia menyisakan ruang yang lebih lega untuk Agnira, berharap wanita itu bisa tidur lebih nyaman, meski dirinya sendiri harus menahan rasa sakit.Fajar menyingsing perlahan, membawa hari baru bagi semua penghuni rumah. Sambara sudah membuka mata sejak satu jam yang lalu. Dengan punggung bersandar pada kepala ranjang, pria itu kembali bergelut dengan setumpuk dokumen dan tablet yang sema

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 145

    Tangan Agnira mengusap pelan rambut hitam suaminya perlahan. Memberikan rasa nyaman dan aman yang membuat Sambara kehilangan fokus pada kartun yang Nana tonton, kartun dunia anak SD berasal dari China itu berhasil membuat Sambara anteng dan diam."Dia salah, seharusnya meminta maaf," komentar Sambara, saat melihat salah satu tokoh merusak kotak pencil temannya.Nana memalingkan wajah, matanya menyipit saat ia dengan kesadaran penuh tahu maksud dari ucapan itu. Namun, bukannya meminta maaf, Nana justru berjalan ke arah Agnira dan duduk di sisi wanita itu. Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas paha Agnira yang lainnya."Ko ikut-ikutan sih," sentak Sambara yang merasa tidak nyaman, kepalanya terhantuk kepala milik adiknya."Apa sih, Ka Agnira juga tidak keberatan ko, iya 'kan, Ka?" Nana mencoba mencari pembelaan dari kakak iparnya.Agnira hanya mampu mendesah lelah, adik-kakak ini berhasil membuat tensi darahnya meningkat drastis. Ingin menonton televisi saja sulit sekali, dia merindukan

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 23

    Tangan itu terbuka lebar dengan wajah ceria yang tidak memudar. Namun alih-alih pelukannya tersambut mesra, Sambara justru menghindar begitu saja. Wanita itu akhirnya hanya mendekap angin pagi yang berhembus pelan, membelai wajah cantiknya.Dia mengerjap singkat, lalu berbalik pelan deng

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 20

    Sinar senja meredup perlahan, terbenam bersama kehangatan yang mulai memudar. Kaki jenjang itu melangkah pelan, menyusuri taman sepi yang tidak pernah terinjak orang. Hanya di sini Agnira bisa meluapkan segalanya.Tubuhnya mulai luruh perlahan, duduk diam dikursi kayu yang berada di tengah-tengah t

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 19

    Ruang konferensi pers itu dipenuhi cahaya putih yang menyilaukan. Lampu-lampu sorot menggantung di setiap sudut, memantul pada lantai mengilap dan meja panjang di depan ruangan. Deretan kamera sudah bersiap, lensa-lensanya mengarah ke satu titik, menunggu momen yang akan menjadi berita besar.

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 17

    Tatapan Sambara tidak lepas dari istrinya, dia berjalan mendekat, suara sepatunya menghantam lantai marmer dan meninggalkan kesan sesak tertahan bagi semua orang.Beberapa karyawan yang berada di sekitar Agnira mundur perlahan, memberi ruang bagi Sambara. Mereka saling dorong, dan mencoba menghinda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status