“Kalau begitu,” ucap Rionegro setelah keheningan cukup lama menggantung di antara mereka, “sebelum kita melangkah lebih jauh... mungkin lebih baik kita benar-benar saling mengenal dari awal.” Kalimat itu membuat Yusallia terdiam sejenak. Ada sesuatu yang terasa aneh dari usulan itu, tetapi sekaligus masuk akal. Mereka sudah melewati satu malam yang mengubah hidup keduanya, sudah membicarakan kehamilan, tanggung jawab, bahkan pernikahan. Namun ironisnya, ada begitu banyak hal mendasar tentang satu sama lain yang belum benar-benar mereka ketahui. Yusallia menarik napas pelan, lalu mengangguk kecil. “Baiklah.” Rionegro menyandarkan tubuhnya sejenak ke kursi, tetap menatap Yusallia dengan ekspresi tenang yang sulit dibaca. “Perkenalkan,” katanya, nadanya datar, hampir formal. “Aku Rionegro Raymond. Pewaris keluarga Raymond.” Yusallia memandangnya beberapa detik. Di situasi lain, mungkin ia akan leb
Read more