Share

Part 114

Penulis: Zizara Geoveldy
last update Tanggal publikasi: 2026-06-03 13:43:57

Pasangan suami istri itu kini duduk berhadapan di kursi makan dengan posisi berseberangan. Menit demi menit telah berlalu tapi tidak sepatah kata pun yang terucap.

“Katanya mau ngomong, mau ngomong apa?” tanya Ariyan memecah sepi.

Zivanya membuang napas perlahan-lahan. Ia yang tadinya memandang ke arah lain, kini memakukan matanya di wajah pria itu.

“Besok pagi tolong bawa anakmu dari sini.” Zivanya akhirnya menyampaikan maksudnya.

“Jadi cuma mau ngomongin ini?”

“Cuma kamu bilang?”

“Maksudku,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
si Ari manipulatif...
goodnovel comment avatar
Adfazha
Lahh situ waras Ari wong km yg sbk kekepin jalangkung Aira mlh Ziva yg dislhin sbk smpe lupa ama suami emangnya km msh anggap Ziva istri hadeehh
goodnovel comment avatar
Attar Muntaz
tolaaakk Ziva... biar harga diri ari jatuh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 326

    "Mesra sekali ya ayah dan anak ini.” Suara Seruni terdengar dari arah belakang mereka. Zivanya buru-buru menghapus air mata di pipinya dengan punggung tangan, lalu mengurai pelukan. Ia menoleh dan mendapati Maminya melangkah mendekat dengan tangan bersedekap. “Mami nguping aku dan Papi?” “Memangnya kenapa? Pembicaraan kalian terlalu penting sampai Mami nggak boleh tahu?” balas Seruni sewot. “Bukannya gitu, Mi. Malah bagus kalau Mami dengar. Jadi aku nggak perlu lagi jelasin sama Mami.” “Mami memang udah dengar semuanya tapi kamu tetap harus menikah sama Ariyan. Masalahnya, Ariyan dan Tante Zelena sudah setuju.” Zivanya sama sekali tidak tahu bahwasanya Maminya baru saja menelepon Zelena di luar dan mendapat penolakan halus. Yang ada di pikiran Zivanya saat ini hanyalah rasa lega yang teramat besar karena Papinya telah memberinya izin untuk berdiri di atas keputusannya sendiri. “Tapi aku yang nggak mau, Mi,” jawab Zivanya. “Aku nggak akan menikah dengan Ariyan atau siapa pun y

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 325

    Seruni tentu saja terkejut mendengar jawaban Zelena yang tidak disangka-sangka. Tadinya ia mengira akan mendengar kabar bahagia. Tapi ternyata ia harus kecewa.“Masa sih, Zel? Ariyan itu masih cinta banget sama Ziva. Dia nggak mungkin menolak!” balas Seruni denial.“Aku paham, Run," tutur Zelena dengan nada yang begitu lembut, mencoba meredam penyangkalan mantan besannya di seberang sana. "Tapi kita nggak bisa memaksakan perasaan Ariyan sekarang. Dulu mereka berpisah juga bukan hal yang mudah. Ari punya sikapnya sendiri, dan sebagai ibunya, aku harus menghargai keputusannya.""Tapi kamu ibu kandungnya!" balas Seruni cepat. "Kalau kamu yang minta, kalau kamu yang mohon sama Ariyan, dia pasti nggak tega. Ini demi Ziva, demi cucu kamu juga, demi Kaisar! Apa kamu nggak kasihan sama mereka?”Zelena mengusap dadanya yang terasa semakin sesak. Mendengar nama Kaisar dan Zivanya sungguh menyentuh sudut terlembut di hatinya. Tetapi Zelena tetap harus memegang kendali agar tidak terbawa arus kep

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 324

    Semakin mendekati hari pernikahan Zivanya, Zelena menjaga Ariyan extra ketat. Ia selalu berada di dekat putranya itu agar tidak lolos menemui Zivanya. Ia juga menyibukkan Ariyan di Kaisar Fitness agar tidak terus mengingat Zivanya. Sejak tadi pagi handphone Zelena terus berdering, yang akhirnya ia silent-kan. Panggilan telepon hingga pesan datang dari Seruni yang terus menanyakan kesediaan Ariyan dan apa Zelena sudah membujuk Zivanya. Dari tempatnya duduk, Zelena memerhatikan putranya. Tampak olehnya Ariyan sedang sibuk memandu seorang klien secara langsung. Kaus hitam yang membalut tubuh tegapnya sedikit basah oleh keringat, raut wajahnya fokus dan serius seolah tidak ada beban lain yang mengganggu pikirannya. Zelena terus membebani Ariyan dengan jadwal pelatihan di tempat fitness ini, semata-mata agar pikiran Ariyan teralihkan dan tidak terus-terusan memikirkan Zivanya. Ponsel Zelena yang tergeletak di atas meja kembali menyala terang, menampilkan nama yang tidak asing. Untuk pu

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 323

    Malam kian larut. Jarum jam baru saja melewati angka dua dini hari. Zivanya merapatkan selimut yang dibawakan Syabila ke bahunya. Tadi setelah bertengkar dengan Seruni akhirnya ia kembali ke rumah sakit. Semua demi sang ayah. Kalau saja tidak ingat kesehatan Abi, Zivanya tidak akan sudi kembali lagi ke sana.Seruni tampak sudah jauh lebih tenang usai meluapkan tangis dan desakannya pada Zelena di telepon. Seruni percaya penuh bahwa Zelena yang teramat menyayangi Zivanya pasti sanggup membujuk Ariyan dan membuat Zivanya tidak berkutik. Bagi Seruni, masalah ini dianggap selesai. Ia tinggal menunggu besok pagi."Kak Ziva, tidur sebentar yuk. Kakak dari sore belum makan, belum istirahat sama sekali," bujuk Syabila lembut seraya mengusap jemari Zivanya yang sedingin es."Aku nggak bisa tidur. Baru satu detik nutup mata rasanya kayak mau tenggelam.”"Jangan dipikirin omongan Mami tadi ya, Kak,” bujuk Syabila prihatin. Ia tahu betul betapa dalamnya luka yang digoreskan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 322

    “Siapa yang nelepon, Ma?”“Seruni.” Zelena menjawab sambil mengunci layar handphone.“Tumben? Bukannya dia lagi sibuk nyiapin pernikahan Ziva?”Embusan napas panjang meluncur dari bibir Zelena sebelum menceritakan detail kejadiannya pada Jeandra.“Harusnya sih begitu. Tapi Ziva nggak jadi nikah.”“Kenapa?”Kaivan selingkuh,” jawab Zelena lirih dengan perasaan sedih dan kasihan. Ia bisa membayangkan betapa hancurnya hati Zivanya saat ini. “Kata siapa?”“Bukan kata siapa, Pa. Tapi Ziva yang melihat sendiri. Tapi yang lebih parah bukan cuma itu. Pak Abi kumat jantungnya setelah tahu.”“Terus gimana keadaannya sekarang?”“Masih di rumah sakit,” jawab Zelena. Ia menatap suaminya dengan pandangan ragu, menimbang-nimbang apakah harus menyampaikan permintaan gila dari Seruni atau tidak.Jeandra yang sudah hafal segala macam gestur dan ekspresi istrinya pun bertanya, “Pasti ada hal lain kan? Nggak mungkin Seruni cuma telepon buat ngabarin Ziva bat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 321

    Seruni benar-benar menghubungi Zelena saat itu juga. Panggilan langsung tersambung. Tetapi ia harus menunggu cukup lama sampai Zelena menjawabnya.“Zel, tolongin aku, Zel.” Seruni langsung menangis bahkan sebelum Zelena mengucapkan halo. Tentu saja Zelena terkejut mendengarnya. Seharusnya saat ini Seruni sedang sibuk dan berbahagia menyambut pernikahan putrinya.“Kenapa, Runi? Ada masalah apa?”"Papinya Ziva, Zel. Papinya Ziva,” jawab Seruni terisak. “Kenapa papinya Ziva?” Zelena ikut panik mendengarnya.“Papinya Ziva jantungnya kumat. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk!" ratap Seruni histeris, membuat Syabila yang berada di dekatnya hanya bisa menghela napas, tidak sanggup lagi menyaksikan tingkah sang ibu."Astaga, Pak Abi. Terus sekarang gimana keadaannya, Run? Dirawat di rumah sakit mana? Terus Ziva gimana? Ya Tuhan, Ziva...""Ini gara-gara Kaivan bajingan itu. Dia selingkuh! Pernikahan Ziva tiga hari lagi batal t

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status