Share

Part 118

last update publish date: 2026-06-04 16:01:59

Zivanya melepaskan diri dengan canggung setelah beberapa detik terhanyut dalam pelukan Kaivan.

“Maaf, Kai,” ucapnya gugup sembari merapikan rambutnya yang berantakan.

​Kaivan membalas dengan senyum tipis tanpa mengatakan apa-apa. Ia tahu betul batasan itu, dan ia tidak ingin membuat Zivanya merasa semakin tidak nyaman di tengah situasi ini. Kaivan beralih pada anak laki-laki yang berada di dalam dekapan Zivanya. Tanpa banyak bicara, Kaivan mengulurkan tangannya mengambil alih Kaisar.

“Y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
ujung ujungnya pasti Ziva yg harus rawat si Arra
goodnovel comment avatar
Adfazha
Grandong belekan Ariyan tantrum dehh cariin Bpk moyangnya gk ada bs2 ayahnya kambuh hadeh PooR Kaisar jd trauma akut smg gk smpe bth psikiater ya kna psikisnya terganggu jd ketakutan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 338

    Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari ini acara grand opening Melancholia Music Academy akhirnya terselenggara.Plang hitam dengan ukiran bertuliskan Melancholia Music Academy menyambut para tamu undangan di area serambi gedung. Papan-papan bunga ucapan selamat berjajar hingga hampir menyentuh bahu jalan.Di jajaran kursi terdepan, Abi duduk berdampingan dengan Seruni. Wajah Seruni tampak serba salah. Wanita yang dulunya mencemooh Zivanya itu kini harus menelan ludahnya sendiri menyaksikan kemegahan akademi yang berhasil dibangun sang putri. Abi mengelus punggung tangan istrinya seraya tersenyum tipis.Tidak jauh dari sana, Jeandra dan Zelena duduk dengan tenang. Di sisi lain barisan, Ariyan duduk di dekat Kaisar. Ada juga Syabila, Mita dan beberapa orang teman Zivanya dan banyak lagi yang lainnya."Pa, mana Ibu?" bisik Kaisar antusias pada Ariyan."Sebentar lagi. Sabar ya.”Dari tempat duduknya, Seruni melempar pandang pada Ariyan. Tanpa sadar bibirnya melengkung membentuk se

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 337

    Ariyan benar-benar meminta maaf pada Zivanya dan Kaisar hampir setiap hari. Entah itu melalui telepon, bertemu langsung, ataupun bunga dan hadiah-hadiah yang dikirimnya. Kendati Zivanya mengatakan bahwa ia dan Kaisar sudah memaafkannya, tetapi keesokan harinya lelaki itu tetap melakukan hal yang sama.Lelaki itu juga cukup sering berkunjung. Zivanya sudah menghindar, tetapi setiap kali resepsionis menelepon, Kaisar dengan cepat mengangkat handphone Zivanya dan mengatakan, “Kata Ibu, kasih Papa akses buat naik, Tante resepsionis.”Resepsionis yang bertugas hanya bisa tertawa. Mereka semua sudah mengenal Kaisar yang lucu dan menggemaskan. Mereka juga sudah sangat menghafal wajah Ariyan saking seringnya lelaki itu berkunjung ke sana.Hari ini lagi-lagi Ariyan mampir ke penthouse Zivanya setelah menjemput Kaisar di sekolah. Zivanya sedang sibuk di depan laptop. Progress sekolah musiknya sudah berjalan 90%. Kalau semuanya lancar, maka tidak lama lagi sekolah tersebut akan mulai beroperasi.

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 336

    Tiga hari sudah Kaisar menginap di rumah Ariyan. Zivanya sengaja membiarkan agar anak itu puas dan ia juga memiliki waktu untuk dirinya sendiri.“Ibu, Kai heran deh. Kenapa Papa minta maaf tiap hari sama Kai?” beritahu Kaisar dengan suara berbisik melalui telepon sepuluh menit yang lalu. “Kata Papa, Papa banyak salah sama Kai dan Ibu. Tapi Kai, kan, udah maafin Papa. Masa Papa minta maaf terus.”Sulit bagi Zivanya menjelaskan pada putranya bahwa ingatan papa anak itu terhenti di Amsterdam.Zivanya memejamkan mata sejenak, mengembuskan napas panjang ke arah udara kosong di ruang tengahnya. Ia mencari kata yang paling pas agar anak sekecil Kaisar tidak kebingungan atau ketakutan mendengar kondisi ayahnya."Kai," panggil Zivanya pelan dan lembut. "Kai tahu, kan, kalau Papa lagi agak sakit?"“Tahu, Bu.”​"Nah, sakitnya Papa itu bikin pikiran Papa seperti papan tulis magnetik punya Kai," jelas Zivanya perlahan. "Setiap malam pas Papa tidur, papan tulis di kepala Papa terhapus bersih secara

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 335

    Zivanya tidak habis pikir, bagaimana mungkin Kaisar menjadi anak yang tidak seperti anak seumurannya? Kaisar terlalu cerdas dan menggemaskan untuk ukuran seorang anak berumur enam tahun."Kai ngomong apa sih, Sayang?" ucap Zivanya setelah berhasil mengendalikan diri. “Kai mau Ibu nikah lagi sama Papa.”“Astagaaa. Kau ngerti nggak nikah itu apa? Jangan asal bilang nikah nikah aja.”“Ngerti,” jawab Kaisar penuh percaya diri. “Nikah itu artinya Papa sama Ibu tinggal di rumah yang sama, makan bareng, tidur sama Papa, terus Papa boleh meluk dan cium Ibu kapan aja tanpa kena marah," jawab Kaisar dengan ringannya.Wajah Zivanya seketika memerah sampai ke ujung telinga. "Benar, kan, Pa?" Kaisar memandang Ariyan di sebelahnya, meminta dukungan penuh dari sang papa.Ariyan menganggukkan kepala dan tersenyum penuh arti yang membuat Zivanya kesal. Lelaki itu benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.“Nikah itu nggak sesederhana yang Kai pikir. Kai masih kecil, Sayang. Nanti kalau Kai udah dewasa

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 334

    Aroma gurih dari makanan yang dimasak Zivanya menguar memenuhi penciumannya, membuatnya ikut lapar. Setelah menatanya di meja makan, ia memanggil Ariyan."Makanannya sudah siap. Makan dulu.”Ariyan menjawab dengan senyum tipis.Saat Zivanya bermaksud memanggil Kaisar, anak itu lebih dulu muncul dari arah dalam kamar dengan ransel tersandang di punggungnya.“Kai mau ke mana?” tanya Zivanya heran.“Kai mau ikut sama Papa, Ibu. Mau nginap di rumah Oma.”Satu embusan napas meluncur dari mulut Zivanya mendengarnya. Kalau Zivanya izinkan, otomatis nanti ia akan kembali bertemu dengan Ariyan saat lelaki itu mengantar Kaisar. Padahal saat ini Zivanya tidak ingin berinteraksi dengan banyak orang kecuali putra satu-satunya."Kai, Papa kan lagi kurang sehat," ujar Zivanya lembut, berusaha memberi pengertian pada putranya tanpa terkesan menolak kasar. "Nanti Papa makin capek kalau harus jaga Kai di rumah Oma."Kaisar langsung memajukan bibirnya, menatap sang ibu dengan binar mata memohon yang sul

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 333

    Sambil memasak, pikiran Zivanya tanpa sengaja melayang pada Kaivan. Sedang apa lelaki itu sekarang di saat pernikahan mereka harusnya terselenggara? Lalu bagaimana dengan kedua orang tuanya? Kenapa handphone Zivanya sunyi senyap? Maksudnya, tidakkah kedua orang tua lelaki itu merasa bersalah atau malu atas kelakuan anak mereka? Dan kenapa mereka tidak menghubungi Zivanya untuk sekadar minta maaf atau memberi penjelasan? Zivanya mengusir bayangan Kaivan dan pertanyaan-pertanyaan yang mulai menggerogoti pikirannya. Untuk apa ia memikirkannya? Kaivan saja sedikit pun tidak menunjukkan rasa bersalahnya. Pelukan di belakang tubuhnya menyentak Zivanya keluar dari lamunannya. Ia benar-benar terkejut saat mengetahui Ariyanlah sosok pemeluk yang dagunya kini bertumpu di pundak Zivanya. Sendok di tangan Zivanya nyaris terlepas. Detak jantungnya berpacu liar. Bukan karena romansa, melainkan karena ia betul-betul terkejut. Dengan gerakan cepat, ia melepaskan tangan Ariyan yang melingkar di

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status