Dani menyaksikan pertarungan dan kengerian itu dengan mata kepalanya sendiri.Para pemburu tumbang satu per satu, dicabik-cabik, dan berakhir menjadi santapan.Harapan Dani seketika runtuh. Dengan helaan napas berat, ia menyandarkan kepala pasrah ke dinding kayu, menutup mata, dan bersiap menunggu giliran dijemput ajal.Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, saat Dani kembali membuka mata, ia melihat hari mulai gelap."A-aku ... masih hidup?" Dani bergumam, sambil memeriksa seluruh tubuhnya. "Aman, syukurlah. Aku tidak mati."Dani kemudian mengintip ke luar melalui celah rongga pohon. Hutan di luar tampak sepi, tidak ada tanda-tanda kehidupan.Monster mengerikan itu juga sudah menghilang, entah pergi ke sarang atau mengejar mangsa lain."Semuanya sudah mati," ucap Dani, mengembus napas panjang. "Kalau aku terus bersembunyi di sini, lama-lama aku juga akan mati kelaparan."Saat keputusasaan kembali melanda, sebuah suara berisik mendadak terdengar dari arah luar.Ada gerakan ya
Mehr lesen