"Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu, Dokter Freya?" Lionel menatap Freya lekat, menyadari ada beban yang dipikirkan oleh teman kuliahnya.Saat masih berkuliah, Freya berteman cukup akrab dengan Lionel, salah satu mahasiswa terpintar yang berhasil mendapatkan beasiswa hingga jenjang S2.Freya hanya tersenyum kecil sambil menggeleng, berusaha menyembunyikan keluh kesahnya."Kalau kamu butuh bantuan atau sekedar teman curhat, kamu bisa menghubungi aku. Nomor teleponku masih yang lama," lanjut Lionel menawarkan bantuan."Iya, terima kasih," ucap Freya sambil menghela napas dalam. "Ngomong-ngomong, sejak kapan kamu bekerja di rumah sakit ini?" tanyanya.Lionel tersenyum. "Sebenarnya aku tidak bekerja di rumah sakit ini. Apa kamu lupa? Aku ini Dokter Bedah di rumah sakit sebelah."Kening Freya berkerut dalam. "Lalu, kenapa kamu ada di sini?" Ia menoleh ke kiri dan kanan, memperhatikan sekitar."Aku di sini mengantar Kakak iparku yang melahirkan. Kebetulan suaminya, sedang bek
Mehr lesen