Zahwa menoleh dengan dahi berkerut. "Nggak usah repot-repot. Aku bisa menunggu—""Zahwa, dengar," Alex memotong kalimat Zahwa, lalu menatapnya dengan tersenyum tipis. "Aku ini pria gentle, nggak seperti suamimu. Aku nggak akan meninggalkan seorang wanita sendirian di pinggir jalan yang sepi seperti ini, apalagi wanita itu adalah bawahanku sendiri."Pria itu menjeda kalimatnya sejenak."Aku akan menemanimu sampai kamu benar-benar masuk taksi dengan aman. Jadi, jangan mengusirku lagi."Zahwa hanya bisa terdiam. Ia memilih untuk tidak menanggapi sindiran itu. Karena tidak kuat berdiri, ia menurunkan badannya, berjongkok di atas trotoar.Tubuhnya yang terkena angin sesekali tampak menggigil.Melihat itu, Alex yang peka langsung melepas jaketnya, lalu melangkah mendekat. "Pakai ini. Udara malam nggak bagus untuk kesehatanmu."Zahwa mendongak, menatap jaket yang diulurkan Alex. Lagi-lagi ia menggelengkan kepala. "Terima kasih, Alex. Tapi nggak usah. Taksinya sebentar lagi sampai, kok."Ale
آخر تحديث : 2026-05-23 اقرأ المزيد