Share

Bab 13

Author: Gilva Afnida
last update publish date: 2026-05-23 18:12:17

Zahwa meletakkan sepiring nasi goreng sosis di atas meja makan, tepat di hadapan Devan.

Devan menatap piring itu sejenak, lalu beralih menatap Zahwa dengan dahi berkerut. "Kamu nggak makan?"

Zahwa menggeleng pelan. "Aku udah kenyang, Mas. Tadi di rumah Papa, aku makan lumayan banyak."

Devan mengembuskan napas panjang. "Aku belum sempat makan apa pun sejak sore. Om Johan terus mengajakku bicara tentang proyek ekspansi di Kalimantan, sampai aku lupa waktu."

Zahwa mengangguk mengerti, memahami bet
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Samsul Bahri
kenapa gakbisa d buka kunci gi mana bisa lanjut baca ceritanya menatok.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 308

    Devan melangkah keluar dari ruang kerja dengan ponsel masih menempel di telinga. Ia sudah menceritakan apa yang terjadi pada Kevin, lalu Kevin dengan sigap meminta bantuan temannya untuk melacak posisi Adi dan Sherly.​"Pak Devan, berdasarkan informasi dari teman saya, lokasi keberadaan mobil Pak Adi sudah terlacak lewat sensor kamera lalu lintas dan plat nomornya. Sekarang posisi beliau ada di area parkir basement sebuah restoran di kawasan Selatan," lapor Kevin.​Devan menghentikan langkahnya sejenak. Ia bernapas lega karena bawahannya bisa melaporkan keberadaan Adi dan Sherly dengan cepat.​"Kevin, tahan posisi mereka di basement. Jangan sampai mobil mereka keluar sebelum aku sampai di sana," perintah Devan dingin. "Aku meluncur sekarang."​Sebelum berangkat, Devan menyempatkan diri masuk ke kamar untuk melihat keadaan Zahwa dan ibunya."Gimana, Mas? Apa benar dokumen proyek yang mereka ambil?" tanya Zahwa dengan cemas."Iya, Sayang. Memang dokumen itu yan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 307

    ​Setelah sambungan telepon terputus. Zahwa perlahan menurunkan ponsel dari telinganya. Bukannya kembali ke lantai bawah sesuai pesan suaminya, Zahwa justru bergerak masuk lebih dalam ke tengah ruang kerja Devan.​Ingatan Zahwa mendadak terlempar pada percakapan mereka kemarin malam di meja makan. Saat itu, Devan bercerita panjang tentang berkas fisik hard copy tender BUMN yang baru dicetaknya.Devan sempat berbisik, "Aku bawa pulang berkas ini karena ini dokumen penting banget, Sayang. Kalau sampai hilang sebelum besok diserahkan, proyek ini bisa melayang."​Firasat Zahwa seketika memburuk. Dadanya berdebar. Matanya tertuju pada sudut meja kerja milik Devan. Ia ingat Devan menaruh dokumen penting itu di sana. Namun nahasnya, kini tempat itu kosong melompong.​"Zahwa?" Suara Debby memecah keheningan saat ia menyusul ke dalam ruangan. "Gimana tadi kata Devan? Dia mau langsung pulang?"​Zahwa membalikkan badan menatap Debby dengan raut wajah pucat.​"Kamu... ken

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 306

    Tanpa menunggu jawaban, Adi langsung menyelonong keluar. Zahwa dan Debby memperhatikan gelagat Adi yang terlihat sangat aneh. Namun, Zahwa berusaha tetap tenang dan menekan firasat tak enak yang sempat menyelinap karena melihat baginya, tingkah Adi dan Sherly saat meminta maaf tadi terkesan begitu berlebihan.Debby yang duduk di sebelah Zahwa menyikut lengan menantunya. ​"Aneh banget, Zahwa... Adi tuh udahlah datang mendadak, minta maaf manis begini padahal kemarin maki-maki di grup... perasaan Mama sama sekali gak enak."​"Sabar ya, Ma. Kita hargai aja niat baik mereka. Jangan dipikirkan berat-berat, kita lihat aja sebenarnya mereka mau apa.""Mama lihat, kamu tadi kasih isyarat ke Mbok Minah, kan? Kamu pasti juga merasa ada yang aneh."Mendengar itu, Zahwa meringis tersenyum. Rupanya sang mertua sudah menangkap kegelisahan yang ia rasakan. "Iya, Ma. Aku cuman nyuruh Mbok Minah ngawasin aja. Jujur, aku pun takut kalau ada hal-hal aneh yang ingin mereka lakukan."

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 305

    Mama Debby mengerutkan keningnya. ​"Adi sama Sherly?" ulangnya dengan nada heran. "Mau apa lagi mereka ke rumah? Kurang puas apa mereka maki-maki Devan di grup WA keluarga waktu itu?"​Mengingat betapa ketusnya kata-kata Adi yang dilontarkan di grup, Mama Debby jelas merasa gusar. Baginya, kehadiran mereka yang tiba-tiba datang sama sekali gak masuk akal.​"Mbok Minah bilang... mereka mau minta maaf, Ma," jawab Zahwa pelan, mengulangi ucapan Mbok Minah dari balik telepon dengan raut ragu. "Katanya mereka bawa parsel buah dan mau meluruskan masalah yang di rumah sakit waktu itu."​Mama Debby tertawa sinis. "Minta maaf? Orang-orang kayak mereka mana punya malu, Zahwa. Dulu waktu butuh bantuan diam-diam, giliran kena masalah malah Devan yang disalahkan habis-habisan. Sekarang tiba-tiba datang mau minta maaf pas Devan gak ada di rumah? Minta maaf gaya apa itu."​Zahwa kembali mengarahkan ponsel ke telinganya. "Mbok, tolong suruh Bik Kokom temani Mbok di ruang tamu ya. Ja

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 304

    Keesokan harinya, Zahwa sedang menikmati udara pagi di teras sebelum dibuat terkejut begitu melihat mobil Debby datang. Ibu mertuanya itu turun dari mobil dengan senyum merekah dan gaya anggunnya seperti biasa.​"Pagi, Zahwa Sayang! Assalamu'alaikum," sapa Debby hangat, lalu mengecup kedua pipi menantunya.​"Wa'alaikumsalam. Pagi, Ma." Zahwa menyambut uluran tangan Debby dengan takzim. "Mama kok pagi-pagi udah ke sini? Mas Devan baru aja berangkat ke kantor sepuluh menit yang lalu."​"Mama emang sengaja ke sini bukan buat ketemu Devan, tapi mau ketemu kamu." Debby mengusap lembut perut Zahwa yang kian membuncit. "Gimana kondisi kamu sama si Kecil? Ada keluhan pusing atau mual lagi, gak?"​"Alhamdulillah enggak ada, Ma. Semuanya sehat." ​"Bagus kalau gitu. Nah, sekarang kamu ganti baju. Pakai kerudungmu yang rapi, kita keluar jalan-jalan sebentar."​Zahwa mengerutkan keningnya. "Keluar, Ma? Mau ke mana pagi-pagi begini?"​Mama Debby hanya tertawa kecil. "

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 303

    "Eh, Mbok Minah. Gimana kabarnya? Kok udah ada di sini aja," balas Kinara, lalu melirik ke arah Bik Kokom dengan tersenyum sopan."Iya, Mbak Kinara. Alhamdulillah sekarang udah mendingan, cuman kalau jalan masih harus pakai tongkat. Yah, mending datang kesini lah nemenin Non Zahwa daripada cuman tiduran di rumah doang. Bikin badan pegel..."Zahwa terkekeh ringan. Lalu memperkenalkan Bik Kokom pada Kinara serta menjelaskan Kinara yang merupakan sahabat terbaiknya.​"Jadi apa yang sedang kalian bicarakan? Kok kelihatannya seru sekali tadi. Mbok juga kepengen tahu," kata Mbok Minah setelah Bik Kokom kembali ke dapur."Ini lho, Mbok. Kinara katanya mau nikah," jelas Zahwa yang membuat Mbok Minah menangkupkan kedua tangannya di dada dengan mata berbinar haru.​"Gusti Allah... Mbak Kinara mau nikah? Sama siapa, Mbak?"​"Sama Mas Alex, Mbok," jawab Kinara malu-malu seraya menyerahkan satu lembar undangan khusus untuk Mbok Minah. "Nanti Mbok Minah sama Zahwa harus da

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 7

    "Apa? Devan memintamu mencarikan kado untuk Valerie? Apa dia masih waras?" Zahwa sampai harus menjauhkan ponsel dari telinganya begitu mendengar lengkingan suara Kinara."Dan kamu menerima permintaan itu begitu saja?" Suara Kinara terdengar tak terima."Mau bagaimana lagi?" Zahwa menghela napasnya

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 3

    Zahwa merasakan dadanya sesak. Ia meremas flashdisk di tangannya hingga pinggirannya yang tajam melukai telapak tangannya.Valerie yang sejak tadi diam, menyesap minumannya lalu menyandarkan kepala di sandaran sofa dengan anggun. "Sudahlah, jangan bahas itu. Aku nggak keberatan, kok. Bagiku, berad

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 2

    Zahwa tersentak. Ia segera menyembunyikan ponselnya di balik punggung. "E... Enggak kok, enggak ada apa-apa."Devan melangkahkan kakinya mendekati Zahwa. Ia menarik paksa tangan Zahwa, merebut ponsel dari genggamannya sebelum Zahwa sempat mengunci layar.Mata kehitaman Devan menyapu layar ponsel Z

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 1

    [Aku minta maaf kalau harus kirim ini, tapi foto ini mulai ramai di media sosial. Bukannya ini suamimu, si Devan?]Zahwa menatap nanar isi pesan yang dikirim oleh sahabatnya, Kinara. Ia menggeser layar ke bawah dan membaca judul dari tautan berita yang terlampir: "Arsitek Muda, Devan Buana Sakti,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status