"Eh Karina, ini suami kamu selain deman juga darahnya rendah, pantes suami kamu ngeluh pusing mulu. " Ucap Fadil setelah selasai melepas alat tensi dari lengan Alfan. "Ngak ada sih, cuma capek aja, " Jawab Alfan masih lemas, matanya semakin berat karena tadi tidurnya terganggu oleh ke datangan Fadil. "Em ini pasti masalah yang kemarin ya Run? Jangan terlalu diforsit mas, nggak bagus buat tubuh kamu. Tubuh juga perlu istrahat, " Nasihat Fadil memeberikan resep obat kepada Karina. "Gimana dil? " Karina penasaran dengan penjelasan Fadil."Nggak serius Rin, ini aku kasih vitamin aja. Obatnya curuk paratusin tuh, sama banyakin minum air putih ya. Besok juga bisa sembuh kok. Terus karena darahnya rendah, banyakin makan sayur dan buah aja. " Terang Fadil menyerahkan resep obat kepada Karina. "Terimakasih dil, " Balas Karina tersenyum lega. Fadil meringis menatap Karina, lalu melirik ke arah Alfan yang sudah terlelap lagi. "Jangan Heran ya Run, memang ketika kaum adam demam itu berasa me
더 보기