Home / Mafia / Menjadi Budak Cinta Boss Mafia / 1. Padat, Tapi Sayang Palsu!

Share

Menjadi Budak Cinta Boss Mafia
Menjadi Budak Cinta Boss Mafia
Author: DF Handayani

1. Padat, Tapi Sayang Palsu!

Author: DF Handayani
last update publish date: 2026-05-12 22:56:34

Anda yakin akan menghabiskan malam di sini, Tuan?" tanya seorang pria tegap dari balik kursi kemudi. Nada suaranya sopan, namun jelas menyiratkan kegelisahan.

"Hm," jawab lelaki di belakangnya dengan suara berat dan dalam. Sebuah smirk angkuh menyungging di sudut bibirnya. Dingin. Tajam. Membekukan siapa pun yang mengenalnya.

Dialah Dominic Jackson, boss mafia termuda, terkaya, dan paling ditakuti di benua hitam. Sosok yang kabarnya bisa melenyapkan satu nyawa hanya dengan satu jentikan jari. Sebuah legenda hidup di dunia kelam.

Malam itu, Barbara District berdetak seperti jantung liar yang tak pernah lelah berdetak. Sebuah kota yang dijuluki sebagai surga malam, tetapi penuh dengan neraka tersembunyi. Distrik tempat semua dosa dikomersilkan dan semua batas bisa dibeli.

Di salah satu diskotik termegah kota, diselenggarakan reuni besar-besaran. Seorang anak konglomerat menyewa seluruh venue demi pesta liar bertema “perpisahan masa lajang” yang sebenarnya hanyalah kedok pesta penuh lendir, minuman, dan transaksi kotor lainnya.

Mobil-mobil mewah seharga puluhan miliar berjajar seperti parade keangkuhan. Malam ini bukan malam biasa. Ini adalah malam para raja dosa turun dari singgasana dan bersenang-senang seperti dewa.

TIN! TIN! TIIIIIIIIIN!

Sebuah klakson membuyarkan pikiran Dominic. Lelaki di belakang kemudi menoleh, geram.

“Tuan, izinkan saya..” Ia hendak turun.

“Biarkan,” cegah Dominic ringan. “Aku tidak ingin merusak reuni pertamaku.”

Reuni? Ya. Setelah belasan tahun sejak lulus sekolah menengah, malam ini untuk pertama kalinya Dominic Jackson memutuskan untuk muncul. Bukan tanpa alasan. Ada satu hal yang menarik perhatiannya. Seseorang, lebih tepatnya.

TIN! TIIIIIIIN!

“Brengsek! Mobil siapa ini?! Berani-beraninya parkir di tempatku!” teriak suara perempuan dari dalam mobil sport berwarna merah mencolok.

Dengan brutal, wanita itu turun dan langsung menghantam kaca mobil Dominic menggunakan high heels mahalnya. Ia bahkan melepaskan salah satu sepatunya untuk mengetuk kaca keras-keras.

TOK! TOK! TOK!

“Keluar kau! Jangan membuatku marah!” teriaknya penuh emosi. Ia menunduk, mengintip ke dalam. Namun kaca gelap mobil Dominic tak memberinya apa-apa.

Dominic melihat dari balik kaca dengan ekspresi geli. Wanita itu terlihat seperti anak kecil yang tantrum di supermarket. Aneh, konyol, tapi cukup menggemaskan.

"Dia tidak berubah," batin Dominic sambil menyungging senyum tipis. Kenangan lama menyelusup di antara kesadarannya.

Saat sang wanita kembali ke mobilnya, Dominic mengira drama sudah selesai. Tapi ternyata ia datang lagi, kali ini membawa alat pemecah kaca darurat.

PRANG!!

Kaca mobil Dominic retak berkeping-keping.

“Tuan!” pengawal sudah menggenggam senjata.

“Biarkan,” ulang Dominic santai.

Sang pengawal terdiam. Tidak masuk akal. Ini Dominic Jackson yang bahkan bisa membunuh hanya karena dilirik. Tapi sekarang? Bahkan tidak ada kemarahan di wajahnya. Hanya senyum aneh yang menyiratkan sesuatu.

“Turun kau! Atau kuhancurkan semua kacamu! Jangan macam-macam dengan wanita patah hati!” teriak sang wanita garang.

Dominic menuruti. Pintu mobil terbuka perlahan. Seorang pria dengan postur sempurna turun, mengenakan setelan hitam klasik, wajahnya tertutup kacamata hitam. Maskulin. Aroma parfumnya menyengat. Membuat orang di sekitarnya refleks menahan napas.

Wanita itu menyipitkan mata, mencoba mengenali.

Dominic membuka kacamata hitamnya perlahan. “Catriona Wilson,” sapanya, seolah memanggil masa lalu.

Catriona menatap, bingung. “Maaf, siapa kau? Semua alumni mengenalku. Tapi aku tak mengenalmu,” ucapnya dengan angkuh.

Dominic menilai penampilannya. Gaun merah mini ketat, dada mencolok, belahan paha menantang. Tubuhnya kini jauh berbeda dari gadis kutu buku yang dulu sering mengikuti lomba debat.

“Perubahan yang bagus... sayang sifat arogannya masih sama,” gumam Dominic sinis.

Catriona menyilangkan tangan, menutupi dadanya. “Jangan kurang ajar padaku!”

Dominic mendekat, begitu dekat hingga nafas mereka hampir menyatu. “Bukannya kau sendiri yang pamer?” bisiknya. “Padat. Tapi... sayang, palsu.”

“Apa kau bilang?!” bentaknya merah padam.

Dominic tiba-tiba menunduk, jarak wajah mereka hanya sejengkal. Catriona terpaku, detak jantungnya kacau. Wajahnya memerah entah karena marah atau gugup.

“Pal-su,” bisik Dominic di telinganya.

Catriona tersentak. Ia mundur. Tergelincir. Dan…

BUGH!

Bongkahan pinggulnya mencium aspal dengan keras.

“AAARGH! Lelaki gila!” umpatnya, meringis sambil memegangi pahanya.

Dominic berdiri tenang, tetap memandang ke arahnya dengan santai. “Kaca mobilku. Kau harus menggantinya.”

“Dalam mimpimu, brengsek!”

Dominic tersenyum dingin. Kacamata kembali terpasang. Ia membalikkan badan, melangkah pergi, meninggalkan Catriona yang masih duduk di aspal dengan emosi membara.

“Kau akan menanggung akibatnya, Kucing Arogan.”

DEG!

Catriona mematung. Suara itu... panggilan itu... seolah membawa ingatannya kembali ke satu sosok culun, pemalu, berkacamata tebal, dengan tas penuh buku dan wajah tanpa ekspresi.

Matanya membelalak. Nafasnya tertahan.

“Kau… si Cupu?!” serunya tak percaya.

Dominic hanya menyeringai tanpa menoleh. Langkahnya mantap memasuki arena reuni. Sementara Catriona masih terpaku, matanya membara campur aduk oleh rasa malu, penasaran, dan entah apa lagi yang bergemuruh di dadanya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   132. Heavenly

    Tibalah mereka di pantai berpasir putih yang indah. Dengan air laut yang jernih mirip seperti pulau Milos. Pantai hidden paradise yang disebut Heavenly oleh Dominic.Dominic menghentikan laju kendaraannya, tepat di ujung jalan. Tak ada lagi akses menuju ke sana. Mereka harus melewati Padang Savana untuk sampai di tepi pantai. Meskipun dari tempat ia berpijak pantai tersebut sudah nampak jelas. Namun, mereka perlu sedikit berjalan kaki.Catriona turun dari motor. Dengan sigap Dominic membantu Catriona untuk melepaskan helmnya. Terlihat tatanan rambut Catriona yang berantakan karena helm dan terpaan angin sepanjang perjalanan.Dominic merapikan kembali rambut Catriona dengan jemari tangannya. Menyisir pelan, dan menatanya seperti semula."Cantik!" puji Dominic memandang hangat wajah Catriona.Pipi Catriona pun merona merah. Ia tersenyum sipu. Catriona bergantian membantu Dominic melepaskan helmnya. Padahal Dominic bisa melakukannya sendiri. Tapi, Catriona tak mau berhutang budi, ia ingi

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   131. Berlibur

    Mata yang tadinya terlihat tajam seketika meredup dan teduh. "Kemanapun." sambung Dominic singkat.Dominic langsung berbalik menuju motornya lagi. Ia mengambil helm dan jaket kulit yang sama dengannya untuk dipakai Catriona."Pakailah Honey!" ucap Dominic memakaikan helm di kepala Catriona.Setelah itu, ia menaiki motor Harley Davidson-nya. Catriona memegang pundak Dominic dan langsung naik di belakang. Ia melingkarkan tangannya erat ke perut Dominic yang rata dan keras. Keduanya memakai helm yang sama. Tentu Mark yang membeli dan menyiapkan semuanya.Melihat kemesraan mereka seketika membuat Jemmy menggigit bibir karena iri. Betapa serasinya mereka berdua. Mungkin dari sekian orang yang menentang. Hanya Jemmy lah yang mendukung hubungan mereka. Meskipun Dominic sering membuatnya takut, namun Jemmy tetap menjadi penggemar beratnya."Aku padamu Tuan!" gumam Jemmy begitu motor yang dikendarai Dominic meninggalkan tempat itu."Sangat luar biasa maskulin!" puji Jemmy penuh kekaguman. Kemu

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   130. Tidak Tenang

    Sejak kedatangan Derren tadi, Catriona hanya melamun di dalam ruang kerjanya. Ia tak lagi keluar, tetap berdiam diri di dalam. Dan tak melakukan apapun.Pikirannya kacau. Ucapan Derren terus terngiang di benaknya. Ia tak lagi fokus bekerja. Perasaannya berkecamuk. Semua terasa begitu janggal. Tapi, ia tak tahu apa yang terjadi. Jutaan tanda tanya menghantui pikirannya."Derren, kau membuatku tak tenang." gumam Catriona. Ingin ia bertemu Derren dan membahas semuanya hingga tuntas. Ia akan mencari waktu untuk bertemu Derren lagi sebelum ia pergi meninggalkan Barbara.DRRRRTTSuara ponsel Catriona bergetar di atas mejanya. Catriona melirik ke layar ponselnya. Nama yang tertera di layarnya seketika membuatnya kembali tersenyum.(HUSBAND)Itulah nama yang tertera. Tentu bukan dia yang memberi nama Dominic seperti itu di kontak ponselnya. Melainkan Dominic sendiri yang menyimpan kontak dan menamainya Husband dengan caps lock pula.(Lihat di jendela!) pesan Dominic.Catriona sontak berdiri d

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   129. Permintaan Maaf Derren

    Derren menatap Catriona dengan tatapan hangatnya seperti biasa. Senyuman tulus itu tak lepas dari bibirnya. Seperti sebelumnya, sikap Derren pada Catriona tak berubah."Kau sangat ceroboh Caty, bagaimana jika tadi lelaki lain yang masuk dan melihatmu?" tanya Derren tak habis pikir."Mengapa kau ke sini tanpa mengabariku terlebih dahulu?" timpal Catriona balik bertanya."Apa kau akan mengizinkanku ke sini jika mengabarimu terlebih dahulu?" Derren membalikkan pertanyaannya."Apa aku pernah menolakmu datang kemari?" timpal Catriona.Derren hanya diam. Pertanyaan itu tak membutuhkan jawaban. Nyatanya Catriona memang tak pernah menolak kedatangannya."Aku senang melihatmu kembali bekerja." ucap Derren."Dominic mengizinkanku." jawab Catriona.Derren tersenyum tipis. "Jadi, sekarang yang kau lakukan membutuhkan izin darinya?"Catriona mengangguk. "Karena Dominic adalah suamiku." ucapnya tegas.Mendengarnya tentu dada Derren terasa sesak. Kenyataan itu tak bisa dibantah, memang saat ini Catr

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   128. Pembalasan Dimulai

    Victor Valdes adalah penipu ulung yang sangat licik. Meskipun demikian, keahliannya memang tak perlu diragukan lagi. Dia adalah hacker paling mengerikan dan banyak dicari kalangan elite global. Identitasnya tak pernah diketahui oleh siapapun. Ia memiliki seribu wajah dan seribu nama.Namun siapa sangka jika selama ini diam-diam Victor Valdes adalah partner sekaligus musuh bagi Dominic. Satu-satunya yang tahu identitas Victor adalah Dominic. Dan dulu mereka pernah menjadi siswa yang dikucilkan di sekolah. Dan kini keduanya berteman dekat. Juga sama-sama memiliki identitas rahasia."Di saat sulit seperti ini. Mungkinkah kita mampu membayarnya?" tanya Mark ragu. Bukan tidak percaya dengan Dominic. Tapi Mark hanya berjaga-jaga. Karena kesehatan keuangan perusahaan sedang tidak baik."Justru dia yang harus membayarku untuk ini." seringai Dominic. Ia ingat jika Victor berhutang budi padanya. Awalnya Dominic memilih melupakan hutang budi itu. Namun sepertinya, sekarang tak ada salahnya untu

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   127. Dua Nama Dibalik Layar

    Di ruang kerjanya, Dominic termenung seorang diri.Setelah Far pergi meninggalkan ruangannya, ia kembali duduk di kursi kebesarannya. Tatapannya mengarah jauh ke depan melalui dinding kaca. Sorot matanya tajam, tetapi terlihat kosong, seolah pikirannya sedang bekerja jauh lebih keras daripada yang tampak dari luar.Dari tempatnya duduk, Dominic bisa melihat deretan gedung pencakar langit yang memenuhi pusat kota. Tak satu pun memiliki ketinggian yang mampu menandingi Crush Company. Gedung miliknya masih menjadi yang tertinggi di antara semuanya.Namun, ketinggian gedung itu tidak berarti apa-apa jika kekuasaan yang menopangnya mulai runtuh.Dominic terus berpikir.Ia tidak akan kalah hanya karena sebuah gertakan. Pasti ada celah yang bisa ia manfaatkan untuk menyelesaikan semua masalah ini dengan cepat. Setiap orang memiliki kelemahan. Setiap rencana pasti menyisakan satu titik yang tidak terlindungi.Dominic hanya perlu menemukan titik itu.Boleh saja semua orang menyerangnya sekaran

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   7. Seratus Milyar Untuk Servis Pembuka

    “Aku menyukai keputusanmu, Caty!” seru Dominic puas, suaranya dalam, penuh kemenangan. Akhirnya, ia berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya.Perlahan, senjata di tangannya diturunkan, tak lagi mengancam dagu Catriona. Tapi cengkeraman di pinggang gadis itu justru mengencang, mengunci tubuh ramp

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   6. Jadilah Milikku, Layani Aku, Puaskan Aku!

    Setelah negosiasi panjang, akhirnya Catriona dan ayahnya-Wilson, melangkah ke lorong penghubung rahasia yang hanya diketahui oleh sebagian orang terpercaya. Dua pengawal mengiringi mereka dalam diam. Lorong itu panjang dan sunyi. Di ujungnya, sebuah lift menanti. Salah satu pengawal menempelkan kar

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   5. Terjerat Hutang

    Mobil yang dikendarai Jemmy melambat sebelum akhirnya berhenti tepat di pelataran sebuah gedung pencakar langit. Bangunan itu menjulang angkuh, dinding kacanya memantulkan cahaya matahari pagi dengan kilau dingin yang mengintimidasi. Dari luar saja, gedung tersebut sudah menunjukkan satu hal, kekua

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   4. Selamat Jadi Impoten!

    "Aaaaaarrgggghhh!" jerit Dominic, meringis kesakitan seketika. Lututnya lemas, tubuhnya berguncang hebat seperti diterjang aliran listrik mematikan.Catriona tak hanya menginjak kakinya, tapi menyikut keras bagian paling vital milik Dominic tanpa ampun, tanpa keraguan. Seketika pelukan erat pria it

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status