Home / Mafia / Menjadi Budak Cinta Boss Mafia / 65. Hadiah Pernikahan

Share

65. Hadiah Pernikahan

Author: DF Handayani
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-15 11:59:17

Sontak Camaro dan Adena beranjak dari tempat duduknya.

"Kerahkan semua orang untuk mengumpulkannya di tepi dermaga!" perintah Camaro pada Adena.

Adena mengangguk dan langsung bergegas berlari keluar. Ia segera memberikan pengumuman pada semua orang yang ada di Milos.

"Kenapa tuan Dominic semakin lama semakin suka melakukan hal yang mendadak dan di luar akal sehat seperti ini?" keluh Mark mulai pening. Ia merasa tuannya semakin gila. Tepatnya semenjak pertemuannya kembali dengan sang nona.

Sudah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   143. Saling Menguntungkan

    "Anda menolaknya dengan keren Nona. Lihat ekspresinya tadi, ia menahan malu! Aku mendengar dia seorang playboy. Banyak wanita yang sudah tidur dengannya." cibir Jemmy."Apa kau admin akun gosip? Bagaimana bisa kau tahu seluk beluk kehidupan pribadi seseorang?" timpal Catriona tak peduli.Ia beranjak dari tempat duduknya dan menyambar tasnya. "Jemmy aku harus pergi sekarang! Jika ada yang mencariku, kau bisa menghandlenya lebih dulu. Jika itu tidak terlalu penting. Jika ada hal mendesak segera hubungi aku!" pesan Catriona."Nona mau pergi kemana? Menemui Tuan Dominic?" tanya Jemmy."Tidak, aku akan memeriksakan kandunganku." ucap Catriona.Jemmy tertegun mendengarnya. Antara bahagia dan tak percaya. "Apa Nona sedang hamil?" tanyanya."Secepatnya Jemmy." jawab Catriona.Jemmy senang mendengarnya. "Nona, saya selalu mendukung kalian berdua." ucap Jemmy dengan tekad penuh. Apalagi setelah mendapatkan mandat dari Mark pagi tadi. Semangatnya untuk melindungi dan mendukung Catriona semakin m

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   142. Tak Mudah Digoda

    "Tuan, saya mendapat kabar jika tuan Derren dan nona Dayana membatalkan penerbangan mereka hari ini." lapor Mark.Dominic tak merespon, namun ia mendengarkan laporan dari Mark. Bukan tidak peduli, Dominic justru memikirkan sesuatu. Derren membatalkan penerbangannya bersamaan dengan kedatangan Barcklay.Artinya hal ini bukanlah suatu kebetulan. Melainkan memang Derren sengaja membatalkannya karena Barcklay datang ke Barbara."Mark, sepertinya aku perlu mengunjungi mertuaku." ucap Dominic dengan senyum tipisnya yang mengandung satu arti rahasia."Saya sudah menghubungi Jemmy, dia mengatakan jika tuan Wilson sudah kembali ke mansionnya." ucap Mark."Pesankan wine terbaik dan kirim ke alamat mansion mertuaku. Kita perlu mengundang Victor bersama." ucap Dominic sudah menyusun rencananya.Mark melirik tuannya dari kaca spion. Ia mengulas senyum tipis."Tak ada salahnya berdamai dengan ayah mertua." timpal Mark.***"Paman Barcklay kemari?" Jenny menatap tegang pada Derren dan juga Jackson.

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   141. Tamu Tak Diundang

    Dengan tergesa-gesa Mark menghampiri campervan. Di mana Dominic dan Catriona baru saja menyelesaikan mandi.Keduanya nampak segar. Terlihat Dominic sedang membantu mengeringkan rambut panjang Catriona. Mereka saling berhadapan, dengan posisi Catriona berada di atas pangkuan Dominic dan masih sama-sama terbalut handuk.Tok Tok Tok"Maaf mengganggu, Tuan Dominic!" ucap Mark dari luar campervan yang masih tertutup.Seketika Catriona langsung beranjak dari pangkuan Dominic dan berlari menuju ke bagian kamar, ia tak mau terlihat Mark hanya dengan memakai handuk mini yang hanya melilit di bagian dada sampai setengah paha saja.Dominic berdecak kesal, karena momen romantis mereka terganggu oleh Mark. Ia segera menekan tombol untuk membuka pintu mobil.Begitu pintu terbuka Mark segera menghadap, ia melihat Dominic berdiri tegap di ambang pintu hanya dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Badannya masih nampak sedikit basah."Barcklay, menuju Barbara!" lapor Mark dengan suara sa

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   140. Kabar Buruk

    "Selamat Pagi kakek Barcklay!" sapa Derren dengan nada suaranya yang berat. Terlihat kegelisahan dan sedikit takut di wajah Derren."Derren, lama tak berbicara denganmu. Sepertinya kau sangat sibuk akhir-akhir ini. Atau kau sengaja untuk menghindari ku?" satir Barcklay."Maaf kakek, hanya ..." Belum Derren selesai berbicara, Barcklay sudah memotong pembicaraan mereka."Hanya kau gagal mendapatkan yang seharusnya menjadi milikku. Haruskah kakek kecewa padamu Derren? Saudaramu secara terang-terangan mengambilnya darimu. Tapi kau tak bisa berbuat apa pun!" sergah Barcklay seketika membungkam mulut Derren.Tangan Derren sedikit bergetar. Ini bukanlah hal baik. Dari nada bicara Barcklay, menunjukkan sebuah kemarahan yang besar. Tenggorokan Derren rasanya tercekat hebat. Napasnya tiba-tiba tak beraturan."Jika kau tak bisa menyelesaikannya, maka aku sendiri terpaksa turun tangan. Tunggu aku di bandara Barbara, Derren." ucap Barcklay kemudian menutup sambungan teleponnya.Nada sambungan tele

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   139. Sekali Lagi

    "Bangun Honey! Kau tak ingin melihat matahari terbit di sana!" Dominic mencoba membangunkan Catriona yang masih lelap dalam tidurnya.Selalu saja, Dominic yang pertama kali bangun. Dan Catriona selalu masih tertidur pulas. Alih-alih semalam mereka tidur, nyatanya keduanya melanjutkan pergumulan panasnya kembali.Baik Dominic maupun Catriona sama-sama lepas kendali. Bagaikan sebuah candu bagi mereka, tak ada rasa puas, ingin lagi dan lagi. Hingga keduanya terkulai setelah pelepasan terhebatnya.Dan benar saja. Sekarang Catriona seperti kehilangan daya di tubuhnya. Jangankan bangun, untuk membuka mata saja rasanya tak sanggup, seperti ada lem di kelopak matanya."Hm." Catriona hanya menggeliat dan merubah posisi tidurnya saja."Honey, kau akan terlambat jika tidak segera bangun." ucap Dominic mengingatkan."Hm." Hanya suara itu yang muncul dari bibir Catriona.Dominic juga tak mau terlambat bekerja. Sepertinya terpaksa ia harus membangunkan paksa dan memandikannya segera. Dominic mengan

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   138. Penyusup

    Langit seperti sedang mendukung mereka. Jika banyak orang bilang tempat paling indah melihat bulan dan bintang adalah di tepi pantai, memang benar jawabnya.Hari ini, Dominic dan Catriona memilih untuk bersantai di luar campervan. Beralaskan karpet tebal, ditemani lilin juga secangkir coklat panas. Beratapkan langit yang sangat cerah. Nampak keduanya sedang saling melemparkan candaan.Setelah pergumulan panas yang cukup lama, mereka berdua mandi bersama. Saling membantu membilas dan menggosok tubuh satu sama lain. Sepanjang malam ini mereka berdua tak henti bersenda gurau.Dunia hanya milik sepasang suami istri yang sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Tak ada lagi beban yang menghantui mereka. Semuanya kesedihan dan kegelisahan telah sirna tergerus oleh kebahagiaan.Keduanya memutuskan berkomitmen untuk saling mempercayai dan mencintai. Tak lagi peduli pada siapa saja yang ingin memisahkan mereka. Keduanya akan sama-sama bertahan.Dominic mendekap erat tubuh Catriona yang berbaring

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   6. Jadilah Milikku, Layani Aku, Puaskan Aku!

    Setelah negosiasi panjang, akhirnya Catriona dan ayahnya-Wilson, melangkah ke lorong penghubung rahasia yang hanya diketahui oleh sebagian orang terpercaya. Dua pengawal mengiringi mereka dalam diam. Lorong itu panjang dan sunyi. Di ujungnya, sebuah lift menanti. Salah satu pengawal menempelkan kar

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   5. Terjerat Hutang

    Mobil yang dikendarai Jemmy melambat sebelum akhirnya berhenti tepat di pelataran sebuah gedung pencakar langit. Bangunan itu menjulang angkuh, dinding kacanya memantulkan cahaya matahari pagi dengan kilau dingin yang mengintimidasi. Dari luar saja, gedung tersebut sudah menunjukkan satu hal, kekua

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   4. Selamat Jadi Impoten!

    "Aaaaaarrgggghhh!" jerit Dominic, meringis kesakitan seketika. Lututnya lemas, tubuhnya berguncang hebat seperti diterjang aliran listrik mematikan.Catriona tak hanya menginjak kakinya, tapi menyikut keras bagian paling vital milik Dominic tanpa ampun, tanpa keraguan. Seketika pelukan erat pria it

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   3. Bayar Dengan Tubuhmu

    “Kau sangat keren!” puji Emely penuh kagum, matanya berbinar saat melihat Catriona melangkah keluar dari privat room dengan aura dingin namun memesona, bangga dan tanpa rasa bersalah. Catriona hanya menyunggingkan senyum tipis, senyum yang tak pernah benar-benar hangat, tapi justru memancarkan el

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status