Kabut pagi masih menyelimuti gerbang akademi, memberikan kesan dingin yang menusuk kulit. Valeria melangkah masuk dengan tekad yang sekeras batu granit. Hari ini bukan hari biasa. Ini adalah hari pembuktian—bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk dirinya sendiri.Tujuannya tunggal: nilai sempurna dalam ujian matematika.Bukan untuk menyalip Catalina dari takhtanya. Bukan pula untuk memancing tatapan Alejandro. Ia hanya ingin memastikan bahwa setiap tetes keringat, setiap malam tanpa tidur, dan setiap pengorbanan yang ia curahkan tidak larut menjadi sia-sia seperti debu di angin.Rambut hitamnya diikat rendah, rapi namun kaku, mencerminkan ketegangan sarafnya. Seragamnya bersih, kontras tajam dengan sepatu usang yang masih setia menopang langkahnya. Di bawah lengannya, terselip buku catatan tebal berisi rumus-rumus yang telah ia hafal hingga ke akar-akarnya, sementara tangan kirinya menggenggam erat sepotong roti tawar—sarapan sederhana yang dibeli di tengah perjalanan.Baru saja k
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-12 อ่านเพิ่มเติม