“Nagendra! Dengar, Nak!”Suara Satria hampir tenggelam oleh deru energi hitam yang mulai keluar dari tubuh anaknya. Lorong bawah tanah mansion yang dingin mendadak terasa mencekam, dipenuhi kepulan hawa murni beracun yang menggetarkan pondasi beton di sekeliling mereka. Nagendra masih berlutut di lantai koridor bawah tanah, kedua tangan mencengkeram dadanya sendiri seolah ingin merobek sesuatu dari dalam. Pendar hitam di matanya semakin pekat. Urat-urat gelap merayap naik dari leher ke rahangnya, berdenyut tajam seiring gejolak Energi Yin yang mengamuk hebat.“Aku masih bisa denger…” desis Nagendra, suaranya pecah di antara dua nada—satu miliknya, satu lagi lebih dalam, lebih asing, seolah ada entitas purba yang mencoba mengambil alih pita suaranya. “Tapi ada yang ngomong di dalem. Kayak dulu lagi, Yah!”Satria menekan kedua telapak tangannya ke bahu Nagendra, mengalirkan aura keemasan sekuat yang ia bisa. Pendar Aura Naga Murni merembes masuk melalui jaringan kulit Nagendra, berusaha
Last Updated : 2026-09-10 Read more