Emily berdiri dalam diam di ambang pintu, menahan napasnya agar tidak merusak momen berharga di hadapannya. Ia hanya mengintip dari celah pintu yang terbuka sebagian, membiarkan matanya merekam setiap detail dari pemandangan yang menghangatkan hatinya itu.Nicholas, pria yang selalu terlihat kaku dan tak tersentuh oleh siapa pun di luar sana, kini mengayunkan tubuhnya dengan ritme yang sangat lambat dan lembut. Tangannya yang besar menopang tubuh mungil Selena, putri mereka, dengan penuh kasih sayang."Ssst... putri Daddy sudah bangun, hm?" bisik Nicholas. "Kenapa matamu terbuka lebar sekali di jam segini, Selena? Kau tidak mengantuk?"Selena kecil hanya menggeliat di dalam gendongannya, mengeluarkan suara gumaman pelan, "Nghhh...""Iya, Daddy tahu. Kau pasti bosan, kan?" Nicholas terkekeh pelan, menunduk untuk mengecup ujung hidung putrinya. "Tapi sekarang masih terlalu malam untuk bermain. Kau harus memejamkan mata lagi."Bibir mungil Selena mulai melengkung ke bawah. Wajahnya mem
อ่านเพิ่มเติม