Pesan tiga baris itu masih terbuka di layar ponselnya ketika Serena menelepon Arga.Dua kali nada sambung. Diangkat. "Saya sudah tahu," katanya, sebelum Serena sempat bicara."Wisnu""Saya sedang cek sekarang." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya yang berbeda dari biasanya, lebih cepat, lebih terfokus. "Jangan pulang ke apartemen malam ini.""Arga""Ada yang pantau pergerakan Anda sejak artikel naik tadi pagi. Kalau mereka kirim pesan itu ke Anda, artinya mereka tahu Anda masih di kantor." Jeda singkat. "Ada tempat yang bisa saya koordinasikan. Aman, setidaknya untuk malam ini."Serena menatap mejanya, laptop yang masih menyala, catatan yang belum selesai, kopi ketiga yang sudah dingin. Di luar jendela, Jakarta sudah gelap."Kirim alamatnya."Tempat yang Arga koordinasikan adalah unit kosong di lantai tujuh gedung lama kawasan Kemayoran, bukan apartemen, lebih seperti ruang kerja yang pernah dipakai dan belum sepenuhnya dikosongkan. Satu meja panjang, dua kursi, lemari arsi
Baca selengkapnya