Pagi itu, seorang MUA mendandani Tiara dengan sentuhan make up flawless dan kebaya yang simpel namun memancarkan keanggunan Tiara. Di sela merias, mulut usil perias pria gemulai itu mulai mengomentari Tiara. "Eh Tiara, aku nggak nyangka lho kamu diperistri Juragan Bonar, pria paling kaya di desa kita." Tiara hanya ingin menanggapi seperlunya supaya pria bermulut lemes itu diam. Namun nyatanya dia melanjutkan aksinya, membuat Tiara mengangkat alis. "Yah, walaupun istri kedua sih, tapi setidaknya lumayan daripada harus menari menggeal-geolkan perut di depan banyak laki-laki, sekarang cuma sama Juragan saja," ucapnya sambil terkikik dan merapikan sanggul Tiara. "Oya, kata Bang Bonar, jika aku jadi istrinya, siapa pun yang merendahkanku akan berhadapan dengan dia lho, Om Lia. Eh, Tante Lia," balas Tiara sengaja pura-pura bingung karena gendernya yang tidak jelas. Lia seketika pucat, tangannya gemetar saat menyemprotkan hairspray. "Aduh, Jeng Tiara mah baperan! Aku kan cuma bercanda
Leer más