Di seberang telepon, pria itu jelas langsung tertegun sejenak. "Wartawan perang? Geisha, kenapa tiba-tiba .... Di sana itu bahaya sekali! Banyak baku tembak, kondisinya juga serba terbatas, apalagi kamu seorang perempuan.""Itu impianku waktu kuliah dulu," sahut Geisha lirih. "Hanya saja setelah itu ... karena faktor keluarga, impian itu terpaksa ditunda. Sekarang, aku ingin mewujudkannya.""Tapi, sekarang kamu 'kan punya suami, punya dua anak, keluargamu juga harmonis, buat apa mengambil risiko seperti itu? Lagi pula, kalaupun kamu mau pergi, keluargamu pasti nggak bakal setuju!"Sudut bibir Geisha sedikit terangkat, menyunggingkan senyum yang terasa getir dan hampa."Pak Jonas, aku berencana untuk bercerai. Hak asuh anak ... akan kuberikan ke ayahnya. Keputusanku sudah bulat."Ujung telepon mendadak hening untuk waktu yang cukup lama, tampaknya Jonas benar-benar syok mendengar kabar tersebut.Pada akhirnya, Jonas hanya bisa menghela napas panjang. "Hah, ini urusan pribadimu. Aku juga
Read more